KALTENGPOS.JAWAPOS - Pengalaman mencekam mewarnai proses syuting film horor-thriller terbaru, "Gudang Merica". Dalam sesi kunjungan media di Kantor Berita ANTARA, Selasa, aktor Bonar Manalu mengungkapkan bahwa produksi film ini tidak hanya menantang secara teknis karena minimnya pencahayaan, tetapi juga nyaris memakan korban jiwa.
Baca Juga: Teror 'Aura Negatif' Meledak di Bioskop! Ghost in the Cell Tembus 900 Ribu Penonton dalam 5 Hari
Bonar menceritakan momen dramatis saat rekannya, Ristek, hampir terjatuh dari tebing akibat gagal mengendalikan kecepatan dalam adegan kejar-kejaran yang intens.
Di bawah arahan sutradara yang kerap memberikan instruksi spontan, para pemeran dipaksa memacu adrenalin dan beradaptasi cepat demi menghasilkan adegan yang realistis sekaligus menjaga keselamatan di lokasi yang ekstrem.
Ia menambahkan, sejumlah adegan dalam film tersebut juga muncul secara spontan mengikuti arahan sutradara di lokasi, sehingga pemain harus cepat beradaptasi.
Sementara itu, aktris Rizky Inggar menyebut sebagian besar proses syuting dilakukan di rumah sakit lama di kawasan Kaliurang, Yogyakarta.
Menurut dia, lokasi tersebut memiliki lorong panjang dengan pencahayaan terbatas yang menambah tantangan, terutama saat pengambilan gambar pada malam hari.
“Banyak adegan malam di rumah sakit yang cukup gelap. Saat lampu dimatikan, suasananya benar-benar berbeda,” ujarnya.
Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu turut mempengaruhi jalannya produksi. Perubahan jadwal pengambilan gambar kerap dilakukan untuk menyesuaikan kondisi di lapangan.
Di sisi lain, suasana syuting juga diwarnai pengalaman unik, seperti keberadaan monyet di sekitar lokasi yang kerap muncul saat waktu istirahat.
Baca Juga: Desa Kinipan Jadi Lokasi Film Tanah Dayak, Bupati Lamandau Buka Suara
Meski penuh risiko, para pemain mengaku berbagai tantangan ekstrem tersebut justru mempererat dinamika dan kemistri mereka di lokasi syuting.
Menggabungkan ketegangan horor dengan sentuhan komedi, "Gudang Merica" akan menyoroti kisah unik empat mahasiswa koas dalam menghadapi teror di dunia medis.
Film hasil kolaborasi Multivision Pictures dan Pabrik Cerita ini disutradarai oleh Imam Darto dan dijadwalkan siap menguji nyali serta mengocok perut penonton di bioskop mulai 21 Mei 2026. (ant)
Editor : Ayu Oktaviana