Benang layangan yang digunakan kerap kali tajam. Hal itu dinilai berbahaya apalagi jika dimainkan di sekitar jalan. Benang layangan sering kali dilapisi dengan serpihan beling untuk menambah ketajaman. Hal itu digunakan anak-anak untuk mengadu layangan mereka saat dimainkan di udara.
Keresahan itu nampaknya betul-betul terjadi. Seorang PNS perempuan mengalami luka di bagian wajah setelah tersangkut benang layangan saat melintas di Jalan Jeruk I, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan MB Ketapang, Selasa (22/7/2025) petang.
Korban yang saat itu mengendarai sepeda motor tiba-tiba terjatuh setelah wajahnya terkena benang layangan yang melintang di udara. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit.
“Benangnya mengenai bagian dahinya. Wajahnya berdarah cukup banyak. Untung langsung dibawa ke rumah sakit,” kata seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Menurutnya, kejadian itu diduga akibat aktivitas bermain layangan yang kerap dilakukan warga di pinggir jalan, tanpa memperhatikan risiko terhadap pengguna jalan.
“Di sekitar sini memang banyak yang main layangan sore-sore. Kadang anak-anak, kadang juga orang dewasa. Harusnya ini segera ditertibkan sebelum ada korban lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Budi, Ketua RT mengatakan korban sudah pulang ke rumah dan mendapat perawatan medis.
“Warga yang melihat langsung menolong dan membawanya ke RSUD dr Murjani Sampit,” sebutnya.
Kabar itu pun banyak dibagikan di sosial media. Salah satunya dibagikan akun Facebook Puspita Sari. Postingan itu pun langsung dibanjiri komentar warganet yang mengaku resah karena hal tersebut.
“Di razia aja sudah orang main layangan ini, membahayakan orang lain, aku aja sudah kena untung tertahan pengaman kunci helm, jika tidak putus tenggorokan,” komentar akun Rahmat Hidayat.
Komentar lain datang dari akun Babygang Babygang. Ia meminta agar pemerintah daerah dapat bertindak terkait hal tersebut.
“Pemda tolong bertindak stop permainan layangan jika membahayakan pengguna jalan ataupun orang melintas soalnya sudah banyak kejadian sudah sering terjadi di berbagai daerah,” tulisnya.
Selain itu, anak-anak yang kerap mengejar layangan putus tak luput dari sorotan. Hal itu karena kerap kali anak-anak tidak memperhatikan jalan saat mengejar layang-layang.
“Sama satu lagi anak-anak ngejar layang-layang putus lihat ke atas sambil lari-lari nggak lihat jalan motor aja mau ditabraknya, nanti salah orang yang berkendaraan,” kata akun Novia Novita.
Kejadian akibat benang layangan ini bukan kali pertama terjadi di Sampit. Sebelumnya, seorang pria yang berprofesi sebagai Ojek Online (Ojol) juga mengalami hal serupa. Lehernya tersayat benang layang-layang saat melintasi Jalan Tidar 4, beberapa waktu lalu. (mif)