Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sungai Kahayan Kering Kerontang: Pelabuhan Rambang Jadi 'Disneyland' Lumpur Anak-Anak Palangka Raya

Yunizar Prajamufti • Jumat, 1 Agustus 2025 | 18:40 WIB

PALANGKA RAYA – Musim kemarau ekstrem membuat Sungai Kahayan di kawasan Pelabuhan Rambang, Palangka Raya, nyaris tak berair. Fenomena surut drastis yang sudah terjadi selama dua minggu ini justru melahirkan pemandangan unik: tepian sungai yang biasanya sibuk kini dipenuhi keriangan anak-anak. Mereka mengubah hamparan lumpur kering menjadi arena bermain bebas layaknya 'Disneyland', berlarian dan menerbangkan layangan di tengah teriknya matahari Kamis (31/7).

“Sudah dua minggu sejak saya mulai piket jaga kapal. Awalnya kapal masih bisa dijalankan, tapi sekarang malah terjebak di lumpur karena tidak ada air,” ucap Wahyudi, seorang anggota TNI yang sedang berjaga di kawasan pelabuhan.

Seiring waktu berjalan, anak-anak kecil terlihat semakin riang bermain di pinggiran sungai yang kering. Lumpur yang biasanya tertutup air sekarang menjadi bahan untuk lempar-lemparan. Sementara itu, anak-anak yang tidak diizinkan bermain lumpur lebih memilih bermain layangan di jembatan kecil, memanfaatkan angin kencang yang kerap muncul di musim ini.

“Gak dibolehin mamah main lumpur, jadi aku main layangan saja, karena pernah keinjek beling waktu main lumpur,” ujar Sahrul, seorang bocah sekolah dasar.

Di dekat tempat anak-anak bermain, ada beberapa penjual jajanan murah yang ikut meramaikan suasana. Salah seorangnya Rizkan, penjual pentol, yang mengaku sudah dua tahun berjualan di sana.

Ia mengatakan setiap musim kemarau tiba dan air sungai surut, anak-anak memang sering menjadikan tempat itu sebagai arena bermain. Namun, saat musim penghujan tiba dan air pasang, justru lebih banyak anak-anak datang karena mereka suka berenang di sungai.

 

“Saya sudah dua tahun berjualan. Setiap sungai surut, anak-anak pasti sering main di sini. Tapi biasanya malah lebih ramai pas musim pasang, karena mereka suka berenang di sungai,” kata Pak Rizkan.

Meski surutnya Sungai Kahayan membuat anak-anak senang bermain, kondisi ini juga memperlihatkan sisi lain yang kurang menyenangkan. Sampah-sampah rumah tangga yang sebelumnya tertutup air kini terlihat berserakan di atas lumpur. Pemandangan ini membuat tepian sungai terlihat kotor dan kurang nyaman. Lumpur yang seharusnya menjadi bagian dari alam justru berubah menjadi tempat pembuangan sampah yang memprihatinkan.

Fenomena ini jadi pengingat bahwa perubahan alam, sekecil apa pun, bisa membawa dampak bagi kehidupan di sekitarnya. Sungai yang surut bukan hanya soal air yang hilang, tapi juga soal bagaimana manusia dan alam saling memengaruhi baik dalam tawa anak-anak yang bermain, maupun dalam jejak sampah yang ditinggalkan. (*rif)

BAGAI DISNEYLAND: Anak-anak bermain di hamparan lumpur kering Sungai Kahayan yang surut drastis di Pelabuhan Rambang, Palangka Raya, Kamis (31/7).
BAGAI DISNEYLAND: Anak-anak bermain di hamparan lumpur kering Sungai Kahayan yang surut drastis di Pelabuhan Rambang, Palangka Raya, Kamis (31/7).
Editor : Yunizar Prajamufti
#disneyland #anak-anak #Sungai Kahayan #Palangka Raya Fair 2024 #kemarau #surut #Pelabuhan Rambang