Hal itu lantaran ia mendapati hanya segelintir pimpinan perusahaan yang memenuhi undangan pemerintah.
Dari 65 perusahaan yang beroperasi di wilayah Kotim dan Seruyan, hanya enam direktur yang benar-benar hadir.
Kondisi ini membuat orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai itu geram. Sikap tegas pun langsung diambil.
Sejumlah perwakilan perusahaan yang hadir dikeluarkan dari ruangan rapat yang berlangsung di Gedung Serba Guna.
“Saya datang ke sini sebagai gubernur Kalteng. Undangan ditujukan bagi direktur, bukan untuk diwakilkan. Jangan main-main. Jadi yang merasa bukan direktur, silakan keluar,” ujarnya.
Agustiar menilai ketidakhadiran para direktur itu sebagai bentuk ketidaktaatan aturan dan kurang menghargai pemerintah. Ia menyebut akan langsung menindak perusahaan yang melanggar aturan.
“Ketidakhadiran direktur sama saja tidak menghormati, saya datang ke sini selaku Gubernur Kalteng,” bebernya.
Ia juga menyinggung sejumlah perusahaan di Kabupaten Gunung Mas yang pernah memperlakukan hal serupa. Kala itu, perusahaan-perusahaan yang tidak hadir langsung didatangi olehnya.
“Di Gumas ada empat perusahaan tidak datang, saya yang datangi perusahaannya. Tapi harus tahu konsekuensinya,” katanya.
Selain soal kehadiran, ia juga menyoroti tanggung jawab perusahaan dalam melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR) yang kerap tidak dipenuhi.
Persoalan lain yang membuatnya geram yakni masih banyak perusahaan yang menggunakan pelat non-KH. Ia bahkan memberikan tenggat waktu selama satu minggu untuk melunasi tunggakan pajak yang telah dilalaikan.
“Bicara CSR, kalian sering bohong. Bicara pelat KH, ada yang pelatnya dari Sumatera sana. Apa mau saya tutup jalan provinsi, kalian tidak bisa lewat? Saya tunggu satu minggu, perusahaan apa pun namanya, yang tidak patuh bayar pajak, akan saya kejar,” tegasnya.
Agustiar menambahkan, dirinya hanya meminta komitmen perusahaan untuk memenuhi kewajiban. Menurutnya, hal itu penting agar masyarakat bisa sejahtera dan
investasi di Kalteng tetap berjalan.
“Saya tidak mau muluk-muluk, saya hanya minta komitmennya. Saya tidak bahas masa lalu, saya bahas masa depan,” imbuhnya. (mif)