SAMPIT – Bau menyengat yang keluar dari sebuah barak di Jalan Walter Condrat, Gang Ria Mentaya, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membuat warga sekitar resah.
Mereka tak menyangka, aroma itu berasal dari jasad seorang pria yang telah meninggal dunia dengan cara gantung diri.
Pria berinisial MA (41) ditemukan tak bernyawa pada Senin (29/9/2025).
Tubuhnya tergantung dengan kain gorden yang terikat di pintu kamar barak.
Kejadian ini sontak menghebohkan warga sekitar, karena korban baru saja menempati barak empat pintu tersebut beberapa hari sebelumnya.
Diketahui, sebelumnya korban sempat cekcok dengan kekasihnya berinisial E.
Wanita berusia 35 tahun itu mengaku sempat diusir dari barak oleh korban, lalu tak lama kemudian menerima telepon berisi ancaman bunuh diri.
“Saya sempat diusir dan keluar jalan kaki pulang. Tidak lama kemudian dia telepon lagi, minta saya balik, dan bilang mau bunuh diri,” ucap E.
E mengaku tidak banyak mengetahui latar belakang MA. Yang ia tahu, pria tersebut berasal dari Palangka Raya, berstatus duda, dan memiliki tiga anak.
“Saya juga tidak tahu pasti umurnya berapa. Dia baru tinggal di sini, katanya baru pindah dan menyewa kamar barak ini,” tambahnya.
Dari keterangan warga, MA diketahui mulai menempati barak sejak Selasa (23/9/2025).
Ia menyewa kamar dengan membayar uang muka Rp100 ribu. Selama itu pula, ia tidak banyak bersosialisasi dengan warga sekitar.
Pihak kepolisian yang datang segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSUD dr Murjani Sampit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut.(mif/ram)