Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Polresta Palangka Raya Buka Suara, Netizen Tak Percaya: Anggota Nonton Snack Video, Bukan Main Judi

Agus Pramono • Sabtu, 15 November 2025 | 14:00 WIB
Aksi terduga polisi main judol. SCREENSHOOT
Aksi terduga polisi main judol. SCREENSHOOT

PALANGKA RAYA-Sebuah video singkat yang menampilkan dugaan personel Polsek Pahandut, Polresta Palangka Raya bermain judi online di dalam mobil dinas mendadak jadi bahan tontonan berjamaah di dunia maya.

Publik pun langsung bereaksi. Ada yang percaya, ada yang meragukan. Ada pula yang mengomentari seolah sedang ikut sidang etik versi kolom komentar.

Untuk meredam kisruh, Polresta Palangka Raya akhirnya buka suara. Dalam rilis resmi melalui akun Instagram mereka, polisi memastikan pria dalam video itu adalah Aipda Tommy, anggota Unit Intelkam.

Hasil pemeriksaan menyebutkan ia bukan sedang berjudi, melainkan menonton Snack Video. 

Iklan permainan online yang muncul otomatis diduga menjadi sumber kesalahpahaman.

Propam turut memeriksa ponselnya dan tidak menemukan aplikasi, situs, atau jejak apa pun yang berkaitan dengan judi online.

Namun, penjelasan ini tidak serta-merta menutup perdebatan. Dunia maya tetap bergemuruh, bahkan lebih heboh daripada tuntutan klarifikasi itu sendiri.

Banyak netizen menilai video tersebut terlihat seperti aktivitas perjudian, sementara sebagian lain justru menertawakan drama yang tak kunjung reda.

Beberapa komentar bahkan tampil di akun Facebook Kalteng Pos yang mengunggah rilis tersebut pada Jumat (14/11/2025) sebagai analisis forensik ala warganet.

Seorang pengguna bernama Doni Ahmadi bersikeras bahwa yang terlihat adalah laman judi sungguhan.


“Itu main benaran, itu yang warna putih di atas itu nama situsnya,” tulisnya. 

Komentarnya langsung dibalas oleh warganet lain yang tampak paham hierarki yang sedang dibahas. Ia menyinggung bahwa persoalan ini tak mungkin dimenangkan hanya lewat debat komentar.

Komentar netizen
Komentar netizen


“Kn pemegang hukum boss, ga bisa dilawan,” balas Nor GY MCholil.

Di sisi lain, ada netizen yang justru menganalisis gestur tubuh Aipda Tommy dalam video tersebut. Menurutnya, pemain judi biasanya fokus penuh, bukan memegang ponsel seperti orang menurunkan notifikasi.


“Kalau orang main judol itu fokus dua tangan. Itu kelihatan cuma nurunin HP, bukan fokus. Tapi ya kita sama-sama menduga… Manggat mihup baram kawan pahari… hahaha,” tulis Suri Mande. 

Ada pula yang menyarankan pemeriksaan lebih teknis. Netizen itu meminta pihak berwenang memeriksa riwayat transaksi polisi tersebut. 


“Cek riwayat transaksi,” tulis Wahyu Arloji dengan emoji tertawa. 

Komentar bernada satir juga bermunculan. Beberapa menyinggung citra aparat. Ia mengatakan bahwa polisi tidak bermain Judol. 


“Polisi mana ada main judi online,” ujar I Belog Tiwas. 

Yang paling ramai adalah komentar yang menyiratkan bahwa jika kasus melibatkan aparat, prosesnya sering terasa janggal. Netizen juga mengomentari hubungan pangkat, senioritas, dan logika kasus.


“Yang lucunya kapolda malah tanya supirnya siapa yang main itu… Mana ada bawahan berani bongkar aib atasan, logikanya pak…” tulis Rifki S. 

Ada juga komentar bernada pasrah, sinis, sekaligus realistis. Mereka menganggap jika polisi yang terlibat maka mereka akan saling membela satu sama lain. 


“Ngarannya polisi tangkap polisi itu saling membela. Coba masyarakat, auto rungkat gawinya,” tulis Fauzi Cadell. 

Sementara sebagian tetap percaya pada hasil pemeriksaan resmi, netizen lain memilih untuk menyerah pada pihak berwenang. 
“Percaya aja lah…” tulis Adnan Qaysar. (mif)

Editor : Agus Pramono
#Polresta Palangka Raya #polsek pahandut #judi online