SAMPIT – Usai sang pengasuh mendapatkan kekerasan fisik oleh mantan penghuni berinisial RR (40) pada Kamis (13/11/2025) lalu, kini teror tersebut kembali terjadi.
Sabtu (15/11/2025) malam, seorang anak penghuni panti asuhan kembali mendapat perlakuan serupa.
MK (16) mengalami luka goresan di tangan setelah bertemu pelaku di luar panti asuhan.
Dari keterangan MK, ia dan dua rekannya hendak kembali ke panti asuhan menggunakan dua sepeda motor berbeda.
MK menaiki motor sendiri, sementara dua rekannya berboncengan. Mereka berhenti di depan Puskesmas Baamang I pada pukul 19.30 WIB dan melihat pelaku tengah nongkrong tidak jauh dari posisi mereka.
Pelaku yang mengenali rekan MK langsung mendatangi mereka dengan membawa parang. Rekan MK yang melihat hal itu langsung kabur, sementara MK tertinggal karena sepeda motornya harus diengkol terlebih dahulu.
“Mereka temannya berhasil kabur karena motornya mudah dinyalakan. Sementara motor saya harus diengkol,” ujarnya saat ditemui di panti asuhan.
Pelaku kemudian melayangkan tiga pukulan kepada korban. Satu mengenai helm korban, sementara dua lagi mengenai tangan. Beruntung, pukulan itu tidak sampai menimbulkan luka parah.
MK mengalami luka goresan pada otot tangan sebelah kiri serta di area antara jari telunjuk dan ibu jari. Diduga, parang yang digunakan pelaku adalah parang tumpul.
“Saya waktu itu pakai jaket juga. Jadi Alhamdulillah enggak apa-apa,” tuturnya.
MK mengaku pelaku tidak mengenali dirinya. Usai memukul, pelaku justru menyuruh MK pergi.
Tanpa pikir panjang, ia langsung pergi dan melaporkan kejadian tersebut kepada pengasuh panti.
Sudah Dilaporkan ke Polsek Baamang
Sementara itu, pengasuh panti, Sri Rohani (52), mengatakan kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Baamang.
Ia berharap pihak kepolisian dapat menuntaskan kasus itu, sebab para penghuni panti merasa tidak aman setelah kejadian tersebut.
“Rasa ketakutan mereka sangat tinggi karena masalah ini. Jadi mereka minta perlindungan mereka terjamin,” ujar wanita yang akrab disapa Umi tersebut.
Menurutnya, selama pelaku masih berkeliaran di luar, panti asuhan tidak akan merasa aman. Para penghuni panti mengaku tertekan setelah kejadian pemukulan yang dialami Sri pada Kamis lalu.
“Kalau pelaku masih di luar, Annida Qolbu tidak akan aman,” imbuhnya. (mif)