Ayah yang seharusnya menjadi malaikat pelindung, malah menjadi mimpi buruk baginya. Ayahnya tega melakukan rudapaksa hingga darah dagingnya itu melahirkan bayi.
Ia akhirnya memutuskan meminta perlindungan setelah mengaku mengalami tindakan tidak pantas sejak beberapa tahun terakhir.
Dari informasi yang dihimpun, kasus ini mencuat setelah korban menceritakan kepada keluarganya soal bayi yang baru dilahirkannya.
Bayi tersebut kini dibawa pergi oleh ayahnya tanpa penjelasan. Cerita itu membuat keluarga terkejut dan mendesak korban untuk segera melapor.
“Kami juga kaget ayahnya selama ini telah tega melakukan perbuatan bejat kepada anaknya,” ujar AB, warga setempat, Kamis (27/11/2025).
Didampingi keluarganya, korban kemudian mendatangi Mapolres Kotim dan memberikan keterangan awal.
Kepada petugas, ia menyampaikan bahwa tindakan tersebut diduga berlangsung sejak 2019 saat masih 12 tahun.
Korban juga mengaku tidak terima bayi berusia sekitar 40 hari itu dibawa ayahnya, sehingga memutuskan mencari pertolongan hukum.
Hingga saat ini, kepolisian belum merilis keterangan resmi mengenai perkembangan kasus. Namun, laporan tersebut telah ditindaklanjuti dengan langkah penyelidikan awal untuk mengamankan terduga pelaku.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kotim, AKP Sugiharso, saat dikonfirmasi Kalteng Pos mengatakan kasus tersebut masih dalam pemeriksaan.
“Masih diperiksa,” katanya singkat. (mif)
Editor : Agus Pramono