PALANGKA RAYA – Peristiwa tragis menimpa seorang penjual petasan dan kembang api di Kota Palangka Raya. Seorang warga Jalan Mendawai I, Kompleks Sosial, Kelurahan Palangka, bernama Ahmad atau yang akrab disapa Amat, tewas setelah ditabrak oleh sebuah mobil.
Berdasarkan keterangan warga yang mengamankan, pengemudi mobil diduga dalam kondisi mabuk. Bahkan sebelum kejadian, mobil tersebut disebut-sebut sempat mengalami kecelakaan di Jalan Tjilik Riwut Km 9.
Kejadian nahas tersebut terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 2, tepatnya di depan kios rombong milik korban, pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, korban baru saja bangun tidur dan berniat membuka kios rombongnya yang menjual kembang api dan petasan di pinggir jalan.
Menurut keterangan warga, sebuah mobil Toyota Rush yang melaju dari arah Tangkiling menuju Bundaran Besar tiba-tiba menabrak korban yang sedang berdiri membuka terpal penutup kios. Benturan keras tersebut membuat korban terpental sejauh sekitar 8 hingga 10 meter dari lokasi awal.
“Korban langsung terlempar jauh, sekitar 10 meter,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.
Akibat tabrakan tersebut, Amat meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara itu, mobil yang menabraknya sempat melarikan diri sebelum akhirnya berhasil dikejar oleh warga dan sopirnya diamankan. Sopir mobil diketahui bernama Miftachul Chair.
Rekan korban, Reza, yang sehari-hari menemani korban berjualan, menuturkan bahwa dirinya dan korban sempat menginap di kios rombong tersebut. Menurut Reza, korban bangun lebih dulu untuk membuka kios.
“Amang (korban) bepadah, subuh ja buka,” kata Reza menirukan ucapan korban sebelum kejadian.
Saat tabrakan terjadi, Reza mengaku masih tertidur dan tidak melihat langsung peristiwa tersebut. Ia terbangun setelah tubuhnya tertindih sepeda motor yang terparkir di dekat tempat mereka tidur.
“Ulun masih tidur. Ulun kebangun gara-gara badan ketindihan motor,” ujarnya.
Setelah terbangun, Reza melihat korban sudah tergeletak beberapa meter dari kios dalam kondisi tidak bergerak.
Ia sempat syok dan berusaha meminta bantuan, namun kondisi jalan yang masih sepi membuatnya kebingungan. Reza akhirnya menghubungi keluarga korban yang juga berjualan kembang api tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sementara itu, seorang warga sekaligus pedagang di sekitar lokasi, Udin, mengatakan bahwa korban langsung meninggal dunia setelah ditabrak. Ia mengaku tidak melihat langsung kejadian tersebut, namun mendapatkan informasi dari warga lain.
“Dia lagi buka terpal, terus ada mobil lewat katanya mabuk. Korban sampai terseret ke situ, itu tanah yang ada darahnya,” ujar Udin sambil menunjuk lokasi korban tergeletak.
Udin menambahkan, berdasarkan informasi yang ia terima, sopir mobil diduga dalam kondisi mabuk. Bahkan sebelum kejadian, mobil tersebut disebut-sebut sempat mengalami kecelakaan di Jalan Tjilik Riwut Km 9.
“Sopirnya memang mabuk. Untung ada warga yang ngejar. Kalau tidak, mungkin mobilnya tidak terkejar,” katanya.
Amat dikenal pribadi yang baik
Udin mengenal korban sebagai pribadi yang baik dan dikenal luas di lingkungan tersebut. Menurutnya, Amat setiap tahun berjualan petasan dan kembang api menjelang Tahun Baru maupun bulan Ramadan. Di hari-hari biasa, korban juga berjualan pentol di sekitar kawasan Pantai Gading.
“Orangnya baik sekali. Banyak yang nangis dengar kejadian ini. Kada suah berbuat apa-apa, orangnya kada nakal,” tutup Udin dengan nada sedih.(sja/ram)
Editor : Agus Pramono