SAMPIT – Kepergian Angel Juliana Tan, gadis berusia 12 tahun yang meninggal akibat tenggelam di objek wisata Danau Alam Salju, Kamis (1/1/2026) lalu, menyisakan luka mendalam bagi keluarganya. Bocah itu punya cita-cita jadi pelayan gereja.
Pemakamannya di Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (3/1/2026), dipenuhi keluarga, kerabat, hingga teman-temannya.
Ibu korban, Melisa, tampak tak kuasa menahan tangis ketika anak pertamanya yang telah berada di dalam peti berwarna putih itu dimasukkan ke dalam peristirahatan terakhirnya.
Baca Juga: Orang Tua Terpukul, Bocah 12 Tahun yang Tenggelam di Danau Salju Sampit Sempat COD Rak Buku
Angel dikenal sebagai sosok yang pendiam. Ia diketahui jarang keluar rumah untuk berkumpul atau berjalan-jalan. Biasanya, ia hanya berkumpul jika ada keperluan sekolah atau kegiatan ibadah.
“Dia anaknya pendiam. Jarang kumpul-kumpul atau jalan-jalan. Paling kalau kumpul itu ada kegiatan sekolah atau ke gereja,” ujar ibu Angel.
Angel juga dikenal sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya. Ia kerap membantu pekerjaan rumah seperti mencuci piring atau sekadar merapikan kamar tidur.
“Dia sering bantu-bantu semampunya dia, seperti nyuci piring atau membereskan kamar,” tuturnya.
Di sekolah, Angel dikenal sebagai anak yang aktif dan baik terhadap teman-temannya. Tak heran jika kepergiannya membuat para sahabatnya terpukul. Anak pertama dari dua bersaudara itu juga diketahui memiliki hobi olahraga bulu tangkis.
“Dia hobinya olahraga bulu tangkis,” bebernya.
Selain itu, Angel dikenal cerdas dan piawai berbahasa Inggris. Ia juga disebut mahir menari trampolin.
Kecerdasan Angel berbanding lurus dengan kepribadiannya. Meski masih belia, ia telah memiliki cita-cita mulia untuk menjadi pelayan gereja.
“Kalau saya tanya kamu mau jadi polisi? Dia bilang tidak mau. Aku maunya jadi pelayan gereja. Sampai kemarin pendetanya bilang Angel lebih percaya Tuhan Yesus, memilih menari bersama Tuhan,” tutur ibunya.
Kepergian Angel membuat keluarga terpukul. Meski begitu, pihak keluarga tetap mendoakan agar Angel mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. (mif)
Editor : Agus Pramono