Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Keluarga Bocah 12 Tahun Tenggelam di Danau Alam Salju Menyoroti Minimnya Pengawasan Keselamatan Pengunjung

Agus Pramono • Minggu, 4 Januari 2026 | 10:14 WIB

 

Pemakaman Angel di Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (3/1/2026), dipenuhi keluarga, kerabat, hingga teman.MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Pemakaman Angel di Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (3/1/2026), dipenuhi keluarga, kerabat, hingga teman.MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

SAMPIT – Insiden tenggelamnya Angel Juliana Tan, bocah berusia 12 tahun di Objek Wisata Alam Salju saat libur Tahun Baru, Kamis (1/1/2026), masih membekas di benak keluarga.

Saat kejadian, korban diketahui tengah berenang sebelum tiba-tiba menghilang dari pantauan keluarga.

Angel baru ditemukan setelah sekitar satu jam pencarian. Saat ditemukan di dalam danau, korban diperkirakan telah berada di air selama hampir dua jam.

Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan kurangnya aspek keselamatan di lokasi wisata.

Pasalnya, danau yang merupakan bekas galian itu hanya dilengkapi pembatas berupa tali pengaman untuk memisahkan area aman bagi anak-anak dan area berbahaya.

“Pembatas di situ hanya tali saja. Seharusnya dipasang jaring supaya anak-anak tidak bisa melewati batas itu,” ujar Hamlan, keluarga Angel yang turut melakukan evakuasi, saat ditemui Sabtu (3/1/2026).

Ia menyebutkan, saat korban dinyatakan hilang, tidak ada petugas yang langsung terjun ke air untuk melakukan pencarian. Menurutnya, petugas hanya memanggil nama korban melalui pengeras suara.

“Yang turun ke air itu hanya omnya dan saya. Petugas tidak ada yang terjun ke air, hanya memanggil lewat mikrofon,” jelasnya.

Angel akhirnya ditemukan oleh sang paman sekitar lima meter melewati tali pembatas area aman. Hamlan mengatakan, dasar danau di lokasi tersebut berupa lumpur.

“Dia ditemukan sekitar lima meter dari batas aman. Di bawahnya lumpur setinggi ini,” katanya sambil menunjuk kaki di atas mata kaki.

Pihak keluarga mengaku peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan luka batin, tetapi juga beban biaya yang cukup besar. Sedikitnya lebih dari Rp20 juta telah dikeluarkan untuk biaya pemakaman Angel.

 

Pengelola bantu sembako

Pihak pengelola objek wisata diketahui sempat mendatangi rumah duka dan memberikan bantuan berupa sembako. Pengelola juga berjanji akan kembali menemui keluarga setelah prosesi pemakaman selesai.

“Peti Rp4 juta, formalin Rp2 juta, pemakaman Rp3 juta, belum lagi biaya lainnya,” ungkap Hamlan.

Ia menambahkan, pihak keluarga akan bermusyawarah untuk menentukan langkah selanjutnya terkait pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.

Sementara itu, ibu korban, Merisa, mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpa anaknya. Ia meminta agar lokasi wisata tersebut ditutup demi mencegah terjadinya korban jiwa lainnya.

“Kalau bisa ditutup sampai kapan pun. Cukup anak saya yang jadi korban. Karena tempatnya berbahaya, safetynya kurang. Jujur saya kecewa,” katanya. (mif)

Editor : Agus Pramono
#Danau Alam Salju #bocah tenggelam #sampit #pengamanan