PALANGKA RAYA – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menanggapi serius peristiwa pengeroyokan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) atas nama Hendra Jaya.
Dijelaskan oleh Murdiana, peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan rutin pembinaan kepribadian berupa ibadah pagi di gereja sedang berlangsung.
Korban yang hendak menuju lokasi ibadah dilaporkan mendapat serangan dari sekelompok WBP ketika melintas di jalur antara Blok B dan Blok C, sehingga menimbulkan kerumunan dan mengganggu situasi keamanan.
Murdiana menerangkan bahwa pihaknya sendiri sudah menerima laporan lengkap dari jajaran Lapas Kelas IIA Palangka Raya terkait kejadian tersebut.
Selain itu pihak Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah juga telah melakukan penyelidikan dan pendalaman secara menyeluruh terhadap kronologi dan penyebab kejadian tersebut.
“Kami sudah menerima laporan awal dan Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah telah melakukan pendalaman terhadap peristiwa ini,” ujar I Putu Murdiana.
Murdiana menegaskan bahwa Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah telah menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, guna memastikan proses penanganan berjalan objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Disebut nya bahwa berdasarkan laporan awal, pelaku dan korban kejadian pengeroyokan itu sudah segera diamankan petugas yang terdiri dari Kepala KPLP, Kepala Sub Seksi Keamanan, Staf KPLP, serta Regu Pengamanan (Rupam) I.
Petugas jaga Lapas dari Blok A, B, dan C juga dengan sigap melakukan peleraian untuk mencegah meluasnya konflik.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, seluruh WBP yang berkerumun langsung diarahkan kembali ke blok hunian masing-masing sebagai langkah cepat untuk mengamankan kondisi dan menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas.
Korban, Hendra Jaya, selanjutnya mendapatkan pengamanan khusus dan segera dibawa ke Klinik Lapas Kelas IIA Palangka Raya untuk mendapatkan perawatan medis dan kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, dua orang WBP yang diduga terlibat langsung dalam pengeroyokan telah berhasil diidentifikasi berdasarkan keterangan korban dan saksi, serta diamankan di sel khusus (strap sel) guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
"Pada saat kejadian petugas langsung melakukan peleraian. Terhadap korban langsung dilakukan penanganan secara cepat dan dua WBP yang terlibat langsung diamankan," tegas Kakanwil.
I Putu Murdiana menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran keamanan di dalam lapas akan ditangani secara tegas sesuai prosedur.
“Kami selalu menekankan kepada seluruh jajaran agar setiap kejadian ditangani sesuai SOP, dengan mengedepankan keamanan, keselamatan, dan penegakan aturan,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa proses konsolidasi, pemeriksaan, dan investigasi lanjutan terus dilakukan, termasuk menggali motif kejadian yang diduga berkaitan dengan persoalan pribadi lama.(ram)
Editor : Ayu Oktaviana