PALANGKA RAYA-Endang Susilowati, Ketua RT 05/RW 05 Jalan Raflesia, Kelurahan Katimpun Palangka Raya, membeberkan fakta-fakta di lokasi kejadian pembunuhan kepada kaltengpos.jawapos.com
Dia menyebut adik kandungnya sendiri beserta anaknya yang tinggal bersama pemilik sekaligus montir bengkel motor bernama M Agus Duanson juga hendak dihabisi.
"Kenapa kamu bunuh Pak, enggak boleh,"ujar Endang ketika menegur pelaku.
"Biar saja, saya dendam. Begitu juga dengan perempuan itu (adiknya, red) kebetulan dia kabur,"kata Endang menirukan jawaban pelaku bernama Eddy yang merupakan keponakan dari korban.
Untuk diketahui, sampai kepolisian datang, sang adik kandung dari pelaku belum kelihatan batang hidungnya.
Menurut keterangan Endang, adik perempuan pelaku itu kabur ke arah jalan raya saat peristiwa berdarah itu terjadi.
Untuk motif sendiri, Endang menyebut jika pelaku memiliki dendam. Saat melakukan pembunuhan, yang bersangkutan masih dalam pengaruh minuman keras.
Pelaku sendiri membawa pisau saat menggedor rumah korban. Saat membukakan pintu, pelaku langsung menancapkan benda tajam itu ke dada berkali-kali. Tak hanya itu, pelaku juga menancapkannya ke bagian leher.
"Saya lihat lukanya ada di dada, dan leher,"ungkap Endang diiyakan warga lainnya yang berada di lokasi.
Untuk diketahui, pembunuhan yang terjadi di bengkel motor Jalan Raflesia, Jalan Tjilik Riwut Km 11 Palangka Raya, Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 03.00 Wib sudah diamankan polisi.
Usai membunuh sang montir sekaligus pemilik bengkel bernama M Agus Duanson, sang keponakan yang membunuhnya bernama Eddy tidak melarikan diri.
Masih dalam pengaruh minuman alkohol, dan menitikan air mata, dia malah meminta Endang Susilowati, Ketua RT 05/RW 05 untuk melapor ke polisi.
"Saat saya datang, Eddy masih memegang pisau. Sambil menangis, ia meminta saya lapor ke polisi,"ujar Endang.(ram)
Editor : Agus Pramono