SAMPIT-Sejumlah tragedi kecelakaan mewarnai Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (16/1/2026) sore.
Setidaknya, tiga kecelakaan terjadi di dua lokasi berbeda. Dua di antaranya terjadi di kawasan Terowongan Nur Mentaya (TMN).
Dari tiga kejadian tersebut, dua orang dilaporkan tewas. Korban merupakan remaja.
Kecelakaan pertama terjadi di Jalan HM Arsyad, Desa Bapeang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Insiden itu melibatkan sejumlah kendaraan. Salah satu korban bernama Bambang Tohadi Saputra (15) meninggal dunia. Ia diduga mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban terserempet kendaraan pikap hingga terjatuh. Namun nahas, sebuah truk yang melintas kemudian menghantam korban.
“Diserempet pikap, lalu terlindas truk,” ujar salah seorang warga.
Tak selang berapa lama, kecelakaan kembali terjadi. Kali ini kawasan TMN menjadi lokasi kejadian.
Sebuah truk bermuatan cangkang sawit mengalami kecelakaan dan menimpa truk lain yang mengangkut sepeda motor baru. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menelan korban jiwa.
Selang beberapa waktu kemudian, sekitar pukul 18.00 WIB, kecelakaan kembali terjadi di kawasan yang sama, tepatnya di depan Stadion 29 November Sampit. Seorang remaja yang masih duduk di bangku kelas dua SMA dilaporkan meninggal dunia.
Dari informasi yang dihimpun, remaja bernama Muhammad Rozikin tersebut sempat berputar-putar di kawasan itu.
Ia kemudian melakukan aksi berbahaya dengan mengangkat roda depan sepeda motor yang dipinjamnya dari seorang rekan.
Namun nahas, korban kehilangan kendali dan menabrak dua unit mobil yang berada di lokasi kejadian.
Akibat kejadian tersebut, sepeda motor yang dikendarai korban mengalami kerusakan berat pada bagian depan. Korban sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD dr Murjani Sampit. Namun, nyawanya tidak dapat tertolong. Kini, kejadian tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. (mif)
Editor : Agus Pramono