Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik

Perampokan Kurir Sawit di Parenggean Masih Misterius, Polisi Masih Cari Unsur Tindak Pidana

Agus Pramono • Kamis, 22 Januari 2026 | 11:15 WIB
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain

SAMPIT – Kasus perampokan terhadap kurir pembawa uang hasil penjualan sawit di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih terus didalami aparat kepolisian. Hingga saat ini, penyidik belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengatakan, penyidik masih fokus pada proses pendalaman untuk memastikan unsur tindak pidana dalam kasus tersebut. Menurutnya, tahapan ini penting sebelum menentukan arah penanganan lebih lanjut.

“Sejauh ini kita masih melakukan proses pendalaman untuk bisa menemukan tindak pidananya, kemudian mengetahui siapa tersangka,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Terkait adanya saksi maupun pemeriksaan pihak-pihak tertentu, Kapolres belum memberikan keterangan lebih rinci. Ia menegaskan bahwa seluruh proses masih berjalan dan memerlukan waktu agar penanganan perkara dilakukan secara tepat.

“Kami masih mendalami semuanya,” singkatnya.

Kasus perampokan di Parenggean tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban menunggu atasannya di rumah Jalan Padat Karya.

Tak lama kemudian, Sumardi datang membawa uang hasil replas timbangan sawit yang disimpan dalam tas ransel. Uang tersebut rencananya akan disetorkan ke pabrik kelapa sawit (PKS) di Desa Kabuau.

Setelah menerima tas berisi uang tunai sebesar Rp551 juta lebih, Panji berangkat seorang diri menggunakan sepeda motor matik menuju lokasi pabrik. Namun perjalanan itu terhenti saat korban melintasi kawasan kebun plasma di Desa Plasma, tepat di perbatasan kebun PT SMP dan PT KIU.

Di lokasi tersebut, korban tiba-tiba dihadang oleh empat pria tak dikenal yang mengenakan masker. Para pelaku langsung menodongkan senjata api ke arah korban. Salah seorang di antaranya mendorong Panji hingga terjatuh dari sepeda motor, membuat korban tak berdaya dan diliputi ketakutan.

Dalam situasi terancam, Panji terpaksa menyerahkan tas ransel berisi uang. Tak hanya itu, pelaku juga membawa kabur telepon genggam serta kunci kontak sepeda motor korban sebelum melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#pabrik kelapa sawit #kebun plasma #senjata api #kasus perampokan