Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kades Lampuyang Ungkap Keluhan Petani Soal Pupuk, Distribusi Dinilai Tak Merata

Agus Pramono • Selasa, 27 Januari 2026 | 14:20 WIB
Petani di Lempuyang ngamuk lantaran tak dapat jatah pupuk subsidi.SCREENSHOOT
Petani di Lempuyang ngamuk lantaran tak dapat jatah pupuk subsidi.SCREENSHOOT

SAMPIT – Sejumlah petani di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melayangkan protes ke gudang pupuk di desa setempat.

Kepala Desa Lampuyang, Muksin, mengatakan kejadian itu terjadi pada Senin (26/1/2026). Kegeraman petani memuncak akibat tak kunjung mendapatkan pupuk dengan berbagai alasan.

“Informasi yang kami terima, pupuk memang datang, tapi cepat sekali habis. Petani datang pagi, katanya sudah habis siang. Datang siang, malam sudah tidak ada lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi kaltengpos.jawapos.com, Selasa (27/1/2026).

Mereka mendatangi kios pupuk Jalan Seranggas RT 7 lantaran tidak kunjung menerima pupuk bersubsidi, meski nama mereka masih tercantum sebagai penerima.

Aksi tersebut dipicu kekecewaan petani yang berulang kali tak mendapat pupuk subsidi. Mereka datang ke kios, namun selalu mendapat alasan pupuk telah habis.

Padahal, menurut mereka, kuota pupuk subsidi seharusnya tersedia sesuai data kelompok tani.

Muksin menjelaskan, penyaluran pupuk bersubsidi di Kecamatan Teluk Sampit mencakup empat desa, yakni Lampuyang, Kuin Permai, Regei Lestari, dan Parebok, dengan total luasan lahan pertanian mencapai belasan ribu hektare.

Kondisi tersebut seharusnya diimbangi dengan distribusi pupuk yang tertib dan sesuai aturan. Ia menjelaskan, pupuk bersubsidi yang seharusnya disalurkan terdiri dari tiga jenis, yakni urea, NPK, dan KCL.

Namun dalam praktiknya, petani mengaku jatah pupuk yang diterima jauh dari kebutuhan. Bahkan dalam satu musim tanam, sebagian petani hanya memperoleh lima hingga enam sak, jauh dari ketentuan ideal yang mencapai satu ton per hektare.

Sementara di Desa Lampuyang terdapat tiga kali musim panen. “Alasannya selalu sama, kuota tidak cukup atau aplikasi error,” katanya. (mif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#pupuk #pupuk subsidi #desa lampuyang #lahan pertanian #Teluk Sampit #petani #Pupuk Bersubdisi