SAMPIT – Aktivitas di SPBE PSO PT Naga Jaya Makmur di Jalan HM Arsyad KM 10, Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sempat menjadi sorotan setelah dua Unit Filling Machine (UFM) disegel aparat.
Penyegelan itu dilakukan dalam rangka inspeksi dan pengawasan distribusi elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi.
Langkah tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Kalimantan Tengah bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam kegiatan itu, tim melakukan pengecekan dan pengujian sampling terhadap sejumlah tabung elpiji subsidi yang diisi di fasilitas tersebut.
Menanggapi hal itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan bahwa distribusi LPG subsidi untuk masyarakat tetap berjalan seperti biasa.
Dari total unit pengisian yang tersedia, hanya dua mesin yang untuk sementara dihentikan operasionalnya guna kepentingan pemeriksaan lanjutan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan pihaknya menghormati proses itu. Hal itu dinilai sebagai langkah aparat yang merupakan bagian dari penguatan pengawasan distribusi LPG bersubsidi.
“Kami menghormati proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Kalteng dan Disperindag sebagai bagian dari penguatan pengawasan distribusi LPG bersubsidi.
Dua UFM yang terindikasi langsung dihentikan operasionalnya dan saat ini menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, operasional SPBE tetap berjalan normal menggunakan unit lainnya sehingga pasokan LPG 3 kg kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya saat dikonfirmasi kaltengpos.jawapos.com, Sabtu (14/2/2026).
Ia menambahkan, koordinasi terus dilakukan antara Pertamina dan pihak pengelola SPBE dengan aparat penegak hukum guna mendukung proses pemeriksaan yang berlangsung.
“Pertamina berkomitmen memastikan setiap proses pengisian elpiji 3 kg sesuai standar teknis dan ketentuan yang berlaku. Apabila terdapat temuan di lapangan, kami akan menindaklanjuti secara cepat dan melakukan perbaikan yang diperlukan demi menjaga kualitas dan kuantitas elpiji yang diterima masyarakat,” tambahnya.
Dengan masih beroperasinya unit pengisian lainnya, tidak ada pengalihan distribusi ke SPBE lain di wilayah tersebut. Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap membeli elpiji 3 kg di pangkalan atau lembaga penyalur resmi untuk menjamin kualitas dan keamanan produk yang diterima. (mif)
Editor : Agus Pramono