BUNTOK - Warga Gang Sempurna mendadak heboh akibat kejadian berdarah. Seorang warga setempat terkapar bersimbah darah akibat luka tusukan hingga usus korban terburai.
Korban bernama Zainal Abidin. Sang paman dihabisi oleh keponakannya Nur Aprilia (24) sekitar pukul 19.00 WIB, sabtu (14/2/2016). Korban berusia 65 tahun dianiaya usai salat Isya.
Kapolres Barsel, AKBP Jecson R Hutapea menerangkan kronologi Kejadian berdasarkan keterangan pelapor, Rabiatul Aisyah (40), yang merupakan anak korban, kejadian bermula saat dirinya berada di rumahnya di Gang Sempurna.
Sekitar pukul 19.00 WIB, pelapor mendapat informasi dari warga bahwa ayahnya, Zainal Abidin, telah ditusuk oleh Nur Aprilia di pinggir jalan gang tersebut saat korban pulang dari musala usai melaksanakan salat Isya.
Mendapat kabar tersebut, anak korban bernama Rabiatul segera berlari menuju lokasi yang tidak jauh dari rumahnya.
Setibanya di lokasi kejadian, ia mendapati korban sudah bersimbah darah akibat luka tusukan, kemudian Rabiatul berusaha mengamankan pisau dapur yang masih dipegang pelaku.
"Keduanya sempat terjatuh dan bergulat karena terlapor masih melakukan perlawanan dan berupaya menyerang kembali korban dan anak korban, " terang AKBP Jecson R Hutapea.
Mendapati laporan penganiyaayaan tersebut pihak Polres Barsel mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku, Nur Aprilia di rumahnya yang berada di Gang Sempurna.
Pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Polsek Dusun Selatan untuk proses hukum lebih lanjut.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, Satu bilah pisau dapur bergagang abu-abu hijau dengan panjang sekitar 31 sentimeter, 1 lembar baju koko muslim dalam kondisi robek milik korban.
Pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah mengamankan pelaku melakukan penyidikan lanjutan.
Hingga saat ini, kasus dugaan penganiayaan tersebut masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Polsek Dusun Selatan.
"Hasil dari penyidikan sementara dari keterangan orang tua korban yang juga dimintai keterangan bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan dan akhir Desember selesai pengobatan atau rehabilitasi di rumah sakit,"bebernya.
Dari pantauan di RSUD Jaraga Sasameh terlihat puluhan kerabat korban masih menunggu korban masih mendapat penanganan oleh petugas medis.
Pada malam itu korban dirujuk menuju rumah sakit Kabupaten Bartim, namun nahas korban dinyatakan meninggal dalam perjalanan. (ena/ram)
Editor : Agus Pramono