Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

10 Penumpang Kapal di Sampit Jadi Korban Tiket Palsu, 7 Orang Tetap Berangkat, 3 Gagal Mudik

Agus Pramono • Rabu, 11 Maret 2026 | 11:10 WIB

Zainal Arifin, korban tiket palsu. MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Zainal Arifin, korban tiket palsu. MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

SAMPIT – Niat mudik ke kampung halaman justru berujung kekecewaan bagi Zainal Arifin, seorang calon penumpang kapal laut di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ia terpaksa gagal berangkat setelah tiket yang dibawanya diduga palsu saat proses pemeriksaan. Total ditemukan ada 10 tiket palsu.

Zainal seharusnya berangkat menuju Surabaya menggunakan kapal milik PT Dharma Lautan Utama, yakni KM Kirana III, pada Rabu (11/3/2026) pukul 9.00 WIB dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Namun saat hendak melakukan check-in di pelabuhan, petugas tidak dapat memproses tiket yang ia pegang karena barcode yang tercantum di dalam tiket tak terbaca di sistem.

“Kata petugas, barcode tiketnya tidak terbaca,” ujar Zainal saat ditemui di Pelabuhan Sampit.

Ia sadar tiket yang dibelinya merupakan tiket palsu. Tiket tersebut diperoleh melalui seorang teman yang mengarahkan ke seseorang penjual tiket sekitar dua pekan lalu.

Zainal mengaku memilih membeli melalui perantara karena tempat tinggalnya cukup jauh dari Kota Sampit.

Terlebih harga yang ditawarkan sama dengan harga resmi di agen sehingga ia tidak menaruh curiga saat melakukan pembelian.

“Saya beli kurang lebih dua minggu lalu seharga Rp480 ribu. Karena posisi saya di Desa Sebabi, jadi beli lewat teman,” katanya.

Ia juga menyebutkan, ini merupakan kali pertama dirinya membeli tiket di luar agen resmi. Pada perjalanan sebelumnya, ia selalu membeli langsung melalui agen resmi.

Akibat kejadian tersebut, Zainal bersama dua penumpang lainnya tidak dapat berangkat sesuai jadwal.

“Katanya tadi sudah habis waktunya, jadi tidak bisa lagi berangkat,” ucapnya.

Ia kini berencana mencari alternatif perjalanan lain agar tetap bisa pulang ke kampung halaman.

“Rencananya mau lewat Semarang kalau masih ada tiket,” tambahnya.

Total, terdapat sekitar 10 calon penumpang yang memegang tiket yang diduga palsu. Dari jumlah tersebut, tujuh orang memilih membeli tiket baru di loket resmi agar tetap dapat berangkat. (mif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#PT Dharma Lautan Utama #calo tiket #Kota sampit #kapal laut #tiket palsu #Pelabuhan Sampit