Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Inilah Pengakuan Harili, Kontraktor di Balik Rekaman Suara Jaksa Minta Uang yang Viral di Kalteng

Jaya • Senin, 20 April 2026 | 12:30 WIB
H Harili Habullah
H Harili Habullah
 
PALANGKA RAYA–H Harili Hasbullah seorang pengusaha kontraktor dari kota Pangkalan Bun, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah ada meminta uang atas nama pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotawaringin Barat (Kobar) kepada HM Romy atau keluarganya terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pabrik tepung ikan di Desa Sungai Kapitan tahun 2016.
 
Harili membenarkan bahwa suara yang ada di dalam rekaman percakapan antara dirinya dan HM Romy yang ramai dan viral itu adalah memang suara dirinya. 
 
Baca Juga: Rekaman Suara Jaksa Minta Uang, Kejari Kobar: Itu Bukan Jaksa, Pemilik Suara Sudah Diketahui dan Mengaku
 
Tetapi dia juga mengatakan bahwa di dalam rekaman itu dirinya sama sekali tidak ada menyebut bahwa pihak Kejari ataupun ada oknum jaksa yang meminta uang kepada HM Romy ataupun keluarganya.
 
“Itu suara saya itu benar, tetapi penyebutan (ada) jaksa, pegawai atau petugas kejaksaan yang minta sekian sekian itu tidak benar,” kata Harili, Sabtu (19/4/2026) saat dirinya datang ke kantor kejaksaan Tinggi Kalteng.
 
Kedatangan Harili ke Kejati itu sendiri adalah untuk memberikan klarifikasi terkait rekaman suara yang  viral tersebut. Harili mengaku bahwa  H Romy sendiri yang pertama menghubungi dirinya dan meminta pendapatnya terkait upaya penyelesaian dari kasus Korupsi pembangunan pabrik tepung ikan yang menjerat Romy.
 
“Haji Romy datang ke rumah saya untuk meminta pendapat sekaligus minta bantu,” ujar Harili.
 
Harili mengaku mengenal H.Romy karena mereka sama sama  berprofesi sebagai pengusaha dan juga  berlatar belakang sama-sama berasal dari suku Madura.
 
Baca Juga: Chating dan Rekaman Suara Beredar! Kapolsek Seruyan Hulu Dipatok Iuran 10 Juta untuk Sertijab, Cukong Kayu Kena "Palak"
 
Dalam pertemuan dengan H.Romy, Harili mengaku memberikan nasehat agar pihak  H.Romy mengupayakan mengumpulkan sejumlah uang untuk mengganti nilai kerugian negara yang ada di dalam kasus Korupsi ini.
 
“Kalau pak haji (Romy)merasa ada salah disana, disiapkan saja dana untuk pengembalian kerugian negara, tok disitu kalau berkenan dibukai pengembaliannya,” kata Harili menyebut saran yang disampaikan kepada H.Romy.
 
Dalam pertemuan itu, H.Romy  kemudian bertanya terkait jumlah uang yang harus dia siapkan untuk bisa mengganti nilai uang kerugian negara itu. 
 
Harili mengatakan karena dirinya tidak tahu nilai jumlah kerugian negara didalam perkara kasus korupsi tersebut, diapun memberikan saran agar H.Romy menyiapkan dana untuk  pengembalian uang kerugian negara sebesar kurang lebih Rp 1 miliar.
 
“Uang ini juga belum tentu ke pakai, dimana nanti kalau uang itu diperlukan uang sudah ada, karena biasanya pengembalian kerugian negara diberikan batas waktu yang tidak Panjang,” katanya. 
 
 
Mendengar jumlah uang yang harus disiapkan mencapai nilai satu miliar rupiah, HRomy mengaku dirinya tidak mampu menyiapkan dana sebesar itu.
 
“Saya gak ada uang kalau satu miliar li,”  ucap Harili menyampaikan keluhan H.Romy kepadanya waktu pertemuan itu.
Mendengar keluhan temannya itu, Harili kemudian memberi saran kepada H.Romy untuk menghubungi pihak lain yang ikut mengerjakan proyek pembangunan pabrik tepung ikan tersebut untuk meminta bantuan dana. 
 
“Kalau merasa tidak mampu pak ji, Kamu (hubungi) disitukan ada konsultan perencana, ada konsultan pengawas juga bahkan ada subkon (subkontraktor) nya juga, boleh dong minta bantu sama mereka masing-masing bisa bantu diangka Rp 250 juta atau Rp 150 (juta) atau Rp 200 (juta), kekurangannya kamu yang mencarikan,” kata Harili memberikan saran kepada H.Romy.
 
Ucapannya terkait jumlah uang yang harus dikumpulkan H.Romy dari berbagai pihak itulah yang kemudian menjadi masalah  karena terekam di dalam rekaman percakapan yang viral  itu dan dengan liar di isukan negatif sebagai ucapan permintaan uang dari pihak Kejari Kobar.
 
Dengan tegas Harili mengatakan bahwa di dalam rekaman suara percakapan itu, dirinya sama sekali tidak menyampaikan kalimat yang menyebut ada oknum jaksa meminta uang kepada pihak H.Romy.
 
“Kalimat saya itu tidak ada mengarah kepada permintaan jaksa, melainkan persiapan untuk  pengembalian kerugian negara apabila diberi kesempatan,” terang Harili yang juga sempat mengatakan dirinya sama sekali tidak pernah menerima uang dari H.Romy  terkait bantuan nya  kepada H.Romy.
 
Terkait munculnya rekaman yang viral, secara terbuka Harili menyampaikan ucapan permohonan maafnya.
 
“Saya mohon dimaafkan apabila sempat membuat ketidaknyamanan  bagi  para Jaksa mulai dari tingkat bawah maupun sampai tingkat pusat,” kata Harili.
 
Terkait rekaman suara percakapan dirinya dengan HM Romy, dengan tegas Harili sendiri mengaku dirinya tidak tahu kalau rekaman percakapan mereka itu ternyata ada yang merekam.
 
“Saya tidak tahu,” kata Harili sambil berjalan ke mobil untuk meninggalkan gedung kejaksaan tinggi kalteng.
 
Selain itu, akibat kabar beredar  viral rekaman suara percakapan   yang dianggapnya tidak benar itu, Harili mengaku  merasa kecewa dan keselamatan dirinya menjadi terganggu.
 
“Merasa kecewa itu dan merasa terganggu keselamatan saya itu sudah pasti,” kata Harili sambil terus berjalan ke mobilnya.
 
Meskipun demikian Harili sendiri belum memastikan apakah dirinya akan mengambil langkah hukum terhadap para pihak dianggap sudah merugikan dirinya.
 
“Itu nanti,” kata Harili Hasbullah.(*)
Editor : Ayu Oktaviana
#jaksa minta uang #rekaman suara jaksa kejari kobar #Pabrik Tepung Ikan