MUARA TEWEH – Peristiwa berdarah yang menewaskan lima orang di sebuah pondok hutan, Kecamatan Teweh Timur, tepatnya di KM 80 kawasan perbatasan Kalteng – Kaltim, menyisakan trauma mendalam bagi korban selamat dan keluarga yang berada di lokasi kejadian.
Salah seorang saksi selamat yang juga keluarga korban menceritakan detik-detik mencekam saat sekelompok orang datang menyerang di kawasan Timber Dana, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Sebuah mobil yang ditumpangi sekelompok orang mendatangi lokasi. Mereka turun dengan membawa senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi) rakitan.
Baca Juga: 5 Warga Teweh Timur Tewas Diserang saat Berada di Dalam Pondok, Berikut Kronologinya
Pelaku lalu menanyakan nama korban sebelum akhirnya melakukan pembacokan secara membabi buta.
Mereka sempat menyisir lokasi untuk mencari korban lain sebelum akhirnya membakar pondok milik korban dan melarikan diri.
Ia mengaku sempat melarikan diri dari pondok sesaat sebelum para pelaku melakukan penyerangan brutal terhadap keluarganya.
Menurut pengakuannya, sang ibu sempat mengirim pesan suara sebelum situasi berubah menjadi kacau. Dalam pesan tersebut, ibunya menyebut sempat keluar dari pondok ketika melihat rekan-rekannya diserang.
“Ibu saya sempat mengirimkan pesan suara. Beliau keluar dari pondok ketika teman-temannya diserang. Ada satu ciri-ciri pelaku yang ia sebutkan,” ujarnya saat ditemui di rumah sakit.
Serangan tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia, yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3), dan Ono (50). Seluruh korban merupakan warga Desa Benangin 2, Kecamatan Teweh Timur.
Sementara satu korban lainnya, Alfian (40), kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Teweh akibat luka parah.
Informasi sementara menyebutkan para pelaku datang ke area logging kayu, lalu menanyakan identitas korban sebelum melakukan pembacokan.(*)
Editor : Agus Pramono