PANGKALAN BUN– Beredarnya video dugaan kasus pembunuhan menggegerkan banyak pihak. Penyebab kematiannya pun membuat miris.
Warga di PT BJAP 2 Afdeling 16 Cherly, wilayah hukum Polres Kotawaringin Barat geger setelah ditemukan mayat wanita dikubur.
Informasi dari warga, wanita yang dikubur itu adalah seorang istri diduga dihabisi suaminya sendiri.Tapi tuduhan itu belum bisa dibuktikan.
Jasadnya lalu dikubur di belakang kem atau barak karyawan dan diketahui oleh tetangga.
Baca Juga: Video Viral Penggalian Jasad Wanita di PT BJAP 2, Diduga Korban Pembunuhan
Informasi ini diketahui setelah video berdurasi 9 menit 48 detik viral di Facebook pada Selasa (21/4/2026).
“Innalillahi wainailaihi rojiun… ea Alloh telah terjadi pembunuhan seorang istri yg dibunuh swaminya sendiri TKP di PT bjap 2 afdeling 16 Cherly. Korban di kubur dbelakang kem dan baru ketahuan setelah 2 hari. Motifnya belum jelas masih dlam penyidikan krna pembunuhnya melarikan diri,” tulis akun konten kreator yang mengunggah video tersebut.
Dalam video, tampak sejumlah warga menggali gundukan tanah pada malam hari. Lokasi penggalian sudah dipasangi garis polisi.
Video itu sudah ditonton ribuan kali. Netizen ramai mempertanyakan kronologi dan keberadaan pelaku.
“Kok sampai tahanada mayat di situ? Pelakunya kabur?” tulis salah satu komentar. Pengunggah menjawab, pelaku kabur dan kasus terungkap setelah tetangga curiga.
Sumber kaltengpos.jawapos.com membenarkan peristiwa itu terjadi di PT BJAP, masuk wilayah hukum Polres Kobar. Sumber tersebut juga mengirim video lain berdurasi 1 menit yang memperlihatkan proses penggalian.
“Di BJAP, masuk wilkum Polres Kobar. Wilayah ini perbatasan antara Seruyan dan Kobar, yang memang tingkat pembunuhannya cukup tinggi. Apalagi dari Kebun BJAP itu tidak jauh ada Komplek Prostitusi di DT I Desa Panca Jaya,” tulisnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait motif maupun identitas korban dan pelaku. Kasus masih dalam penyelidikan oleh Satreskrim Polres Kobar dan Polsek Aruta.
"Ditangani Polsek Aruta,"beber sumber yang namanya disamarkan.(*)
Editor : Agus Pramono