Warga Ceritakan Detik-Detik Pembunuhan Satu Keluarga di Perbatasan Kalteng-Kaltim, Berawal Sengketa Lokasi Kerja, dan Dendam Lama
Agus Pramono• Rabu, 22 April 2026 | 13:30 WIB
Foto 3 korban dan peristiwa cekcok sebelum kejadian.Screenshoot Facebook.
MUARA TEWEH-Peristiwa pembunuhan sadis yang menewaskan satu keluarga di wilayah perbatasan Kaltim Kalteng diduga dipicu persoalan lama yang berawal dari sengketa lokasi pekerjaan.
Sebelum kejadian nahas itu, sempat terjadi cekcok mulut antara pihak korban dan orang yang diduga pelaku. Hal itu diketahui dari video yang beredar di facebook.
Netizen pun menceritakan detik-detik kejadian. Berdasarkan keterangan salah satu kerabat korban, perselisihan terjadi pada Jumat.
Saat itu korban dan pihak pelaku terlibat adu mulut terkait perebutan lokasi kerja. Selain persoalan tersebut, diduga ada dendam lama yang belum selesai.
Puncak kejadian berlangsung pada Senin dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu dua mobil datang ke rumah korban di kawasan Benangin. Di dalam pondok tempat kejadian, disebut terdapat sekitar tujuh orang.
Pelaku kemudian diduga melakukan penyerangan brutal menggunakan senjata tajam dan senjata api.
Hasna berhasil selamat setelah melarikan diri melalui pintu dapur tanpa mengalami luka.
Sementara Alpian juga berhasil kabur meski mengalami luka bacok dan kini dalam kondisi kritis.
Di dalam rumah, empat orang dilaporkan tewas dan sebagian tubuh korban hangus terbakar. Mereka adalah ayah tiri Hasna, dua anak Hasna, serta Ono.
Hasna yang sempat keluar rumah melalui dapur untuk mencari pertolongan setelah melihat anak dan kerabatnya menjadi korban, namun hahas saat berada di luar rumah, ia diduga diserang dari belakang menggunakan senjata tajam.
Meski masih berusaha menyelamatkan diri, pelaku kembali menembaknya hingga tewas di lokasi.
Suami Hasna yang baru pulang bekerja disebut menyaksikan kejadian tersebut dan mengalami syok berat. Ia tidak dapat berbuat banyak karena jumlah pelaku lebih banyak dan membawa senjata lengkap.
Jenazah para korban disebut sempat berada di lokasi hingga pagi hari, sementara pondok tempat kejadian habis terbakar.
Jenazah dari Cuah (55), petani yang juga suami Hasna (40), ibu rumah tangga; Tasya Haulina (17); David (3); serta Ono (50), ibu rumah tangga sebelumnya sudah dilakukan autopsi oleh dokter forensik.
Iring-iringan mobil ambulans keluar dari RSUD Muara Teweh. Suasana rumah duka pun dipenuhi pelayat yang hadir.(*)