Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Dicari!! Bendahara Desa di Kotim yang Menghilang, Dana Sisa Hasil Kebun Rp1,4 Miliar Ikut Raib

Miftahul Ilma • Jumat, 24 April 2026 | 14:15 WIB
ILUSTRASI UANG (JAWA POS.COM)
Ilustrasi bendahara kabur bawa uang.

SAMPIT – Seorang bendahara desa berinisial AS dilaporkan hilang secara misterius di wilayah Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Ia diduga membawa uang sebesar Rp1,4 miliar yang merupakan dana Sisa Hasil Kebun (SHK) milik Koperasi Harapan Makmur.

Dari informasi yang dihimpun, kehilangan tersebut pertama kali diketahui setelah AS tidak dapat dihubungi sejak Rabu (22/4/2026).

Hingga malam hari, yang bersangkutan tak kunjung kembali, sehingga menimbulkan kekhawatiran pihak keluarga.

Pencarian kemudian dilakukan ke arah Sampit. Keesokan harinya, kendaraan yang biasa digunakan AS ditemukan di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 9, Kelurahan Baamang Hulu. Mobil tersebut terparkir di lahan kosong dalam kondisi rusak.

Beberapa bagian kendaraan terlihat mengalami kerusakan, seperti kaca pecah, ban depan kempes, dan spion patah. Namun, keberadaan AS tidak diketahui, begitu pula dengan uang yang sebelumnya dibawanya.

Atas kejadian itu, seorang warga bernama Sulistiono (44) melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian karena merasa dirugikan.

Polsek Baamang kemudian menerima laporan pada Kamis (23/4/2026) petang dengan nomor LP/B/8/IV/2026/SPKT/Polsek Baamang/Polres Kotim/Polda Kalteng dan langsung melakukan penanganan awal, termasuk mendatangi lokasi serta mengumpulkan barang bukti.

Kapolsek Baamang, Iptu Dr Helmi Hamdani, membenarkan laporan tersebut dan menyebut kasusnya masih dalam tahap penyelidikan.

“Benar, laporan sudah kami terima dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Sejumlah barang diamankan dari lokasi, di antaranya kendaraan milik korban, uang tunai, telepon genggam, dokumen perbankan, serta barang pribadi lainnya.

Saat ini, polisi masih memeriksa saksi-saksi dan mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut, termasuk dugaan pencurian dengan pemberatan maupun penggelapan. (*)

Editor : Agus Pramono
#bendahara desa kabur #uang sisa hasil kebun #polsek baamang