Tiga tersangka yang telah ditangkap yakni VN, LK, dan SA yang diketahui merupakan pasangan suami istri. Penangkapan dilakukan di lokasi berbeda pada Selasa pagi (21/4/2026) setelah polisi melakukan pengejaran intensif.
Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto membenarkan bahwa proses pengembangan kasus masih terus berjalan, termasuk pengejaran terhadap dua pelaku lain yang kini berstatus buron.
“Para terduga pelaku ditangkap di lokasi berbeda pada Selasa pagi. Saat ini masih dalam proses pengembangan,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun, LK disebut merupakan mantan kepala desa di wilayah Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Sementara VN diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan SA.
Peristiwa berdarah itu terjadi di kawasan Benangin, Kecamatan Teweh Timur, tepatnya di sekitar jalan perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT Timber Dana.
Dalam insiden tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia, yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya (17), David (3), dan Ono (50). Satu korban lainnya, Alfian (40), mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Teweh.
Dari hasil penyelidikan awal, tragedi ini dipicu sengketa lahan garapan antara dua kelompok keluarga yang sama-sama mengklaim kepemilikan lokasi kerja tersebut. Perselisihan yang sudah lama berlangsung diduga memuncak menjadi aksi penyerangan di sebuah pondok.
“Korban dan pelaku memiliki hubungan keluarga. Konflik lahan ini sudah berlangsung sebelumnya,” jelas Kapolres.(*)