MUARA TEWEH - Perasaan sakit hati akibat dilontarkan kata-kata kasar menjadi pemicu utama tewasnya satu keluarga di kawasan perbatasan Kalteng kaltim. Sebelumnya, pelaku juga sakit hati jalan menuju ke kebun diportal.
Aksi sadis ini terungkap setelah polisi mendalami motif di balik peristiwa berdarah tersebut.
Kapolres Barito Utara melalui Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan mengungkapkan bahwa pelaku pembunuhan berjumlah empat orang. Tiga di antaranya masih terikat hubungan saudara kandung, sementara satu lainnya adalah suami dari pelaku Sita Hariyati.
"Pemicu awalnya adalah korban menutup jalan yang biasa digunakan untuk mengakses lahan kebun milik pelaku. Hal ini membuat pelaku kesulitan keluar masuk kawasan tersebut," ujar AKP Ricky dalam konferensi pers, Jumat (1/5/2026).
Sebelum tragedi tersebut, para pelaku sempat mendatangi pondok korban untuk menanyakan alasan di balik penutupan akses jalan. Pertemuan yang berlangsung pada hari Jumat itu justru berubah panas.
"Saat terjadi pertengkaran, korban mengucapkan kata-kata kasar yang menyinggung orang tua pelaku. Kejadian itu memicu dua pelaku Lukas dan Sita menghubungi keluarganya berinisial Vusen dan Suparno alias Mano untuk ikut menyelesaikan persoalan," jelasnya.
Kedua pelaku yang dihubungi kemudian datang pada hari Minggu dan bersama-sama merencanakan serta menjalankan aksi pembunuhan terhadap satu keluarga tersebut.
AKP Ricky menambahkan bahwa perselisihan antara pelaku dan korban sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, bahkan keduanya pernah dimediasi di Polsek Benangin.
"Jadi inti persoalan sesungguhnya adalah rasa sakit hati akibat cacian dari pihak korban. Isu soal rebutan lahan yang beredar luas di media sosial tidak benar," tegasnya.
Saat ini, polisi masih terus memeriksa keempat pelaku yang telah diamankan. Mereka dikenakan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal.(*)
Editor : Agus Pramono