Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Biadab!! Mano Ternyata Eksekutor Tasya Walina, Calon Ustazah yang Tewas dalam Pembunuhan di Perbatasan Kalteng Kaltim

Reno • Jumat, 1 Mei 2026 | 21:01 WIB
Mano adalah eksekutor Tasya Walina dalam tragedi pembunuhan di perbatasan Kalteng Kaltim.
Mano adalah eksekutor Tasya Walina dalam tragedi pembunuhan di perbatasan Kalteng Kaltim.

 MUARA TEWEH-Suparno alias Mano, tersangka pembunuhan satu keluarga di Perbatasan Kalteng Kaltim daerah Desa Benangi I, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara yang terakhir diamankan.

Perannya sangat vital dalam peristiwa tragis yang menewaskan 5 orang. Yakni: Cuah, Nur Asnalia, Nor Milah, Tasya Walina, dan balita Dafhi.

Dalam kronologi yang dibeberkan kepolisian, Tasya Walina dihabisi oleh Mano. Sungguh tragis menghabisi remaja yang sudah tak berdaya.

Baca Juga: Tasya Walina, Calon Ustazah yang Jadi Korban Pembantaian Satu Keluarga di Perbatasan Kalteng Kaltim

Tasya merupakan calon ustazah di Pondok Pesantren An-Najah Cindai Alus. 

Tasya Walina merupakan alumnus Pondok Mu’adalah Ala Gontor An-Najah Cindai Alus. Setelah Ramadan, tepatnya memasuki bulan Syawal, ia dijadwalkan kembali ke pesantren untuk menjalani masa pengabdian sebagai ustazah.

Saat tersangka Vusen menghabisi Cuah menggunakan palu kecil di bagian kepala hingga korban terjatuh, saat itu Nor Asnah dan korban Tasya keluar dari rumah sambil memegang HP. 

Tersangka Mano kemudian membacok tangan korban Tasya yang mengakibatkan pergelangan tangan kiri dan jari tangan kanan putus, lalu korban berlari ke dalam rumah menuju dapur.

Dikejar oleh tersangka Suparno sambil membacok punggung korban Tasya. Tak sampai di situ, saat mendengar korban Nor Milah ke arah hutan di belakang rumah, tersangka Mano mengejar dan menusuk di bagian bawah ketiak kanan menggunakan langge (anak pisau Mandau).

Sedangkan korban Asnah lari keluar warung dan dikejar oleh tersangka Vusen, dan membacok lengan sebelah kiri hampir putus.

"Dengon kondisi seperti itu, pelalu tetap mengejar sampai ke jalan hauling PT Timber Dana sambil membacok bagian kepala dan punggung,"kata Kasatreskrim Polres Barito Utara AKP Ricky Hermawan.(*)

 

Editor : Agus Pramono
#pembunuhan satu keluarga #pembunuhan di perbatasan kalteng kaltim #motif pembunuhan satu keluarga #tasya walina #pelaku pembunuhan satu keluarga