MUARA TEWEH-Suparno alias Mano, tersangka pembunuhan satu keluarga di Perbatasan Kalteng Kaltim daerah Desa Benangi I, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara yang terakhir diamankan.
Perannya sangat vital dalam peristiwa tragis yang menewaskan 5 orang. Yakni: Cuah, Nur Asnalia, Nor Milah, Tasya Walina, dan balita Dafhi.
Dalam kronologi yang dibeberkan kepolisian, Tasya Walina dihabisi oleh Mano. Sungguh tragis menghabisi remaja yang sudah tak berdaya.
Baca Juga: Tasya Walina, Calon Ustazah yang Jadi Korban Pembantaian Satu Keluarga di Perbatasan Kalteng Kaltim
Tasya merupakan calon ustazah di Pondok Pesantren An-Najah Cindai Alus.
Tasya Walina merupakan alumnus Pondok Mu’adalah Ala Gontor An-Najah Cindai Alus. Setelah Ramadan, tepatnya memasuki bulan Syawal, ia dijadwalkan kembali ke pesantren untuk menjalani masa pengabdian sebagai ustazah.
Saat tersangka Vusen menghabisi Cuah menggunakan palu kecil di bagian kepala hingga korban terjatuh, saat itu Nor Asnah dan korban Tasya keluar dari rumah sambil memegang HP.
Tersangka Mano kemudian membacok tangan korban Tasya yang mengakibatkan pergelangan tangan kiri dan jari tangan kanan putus, lalu korban berlari ke dalam rumah menuju dapur.
Dikejar oleh tersangka Suparno sambil membacok punggung korban Tasya. Tak sampai di situ, saat mendengar korban Nor Milah ke arah hutan di belakang rumah, tersangka Mano mengejar dan menusuk di bagian bawah ketiak kanan menggunakan langge (anak pisau Mandau).
Sedangkan korban Asnah lari keluar warung dan dikejar oleh tersangka Vusen, dan membacok lengan sebelah kiri hampir putus.
"Dengon kondisi seperti itu, pelalu tetap mengejar sampai ke jalan hauling PT Timber Dana sambil membacok bagian kepala dan punggung,"kata Kasatreskrim Polres Barito Utara AKP Ricky Hermawan.(*)
Editor : Agus Pramono