Peringatan!! tulisan ini mengandung konten yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca, hentikan membaca jika mengganggu
MUARA TEWEH-Tabir peristiwa pembunuhan satu keluarga di perbatasan Kalteng Kaltim tepatnya di rumah jalan Hauling, HPH PT Timber Dana, Km 95, Desa Benangin I, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara sudah terungkap.
Ada 4 tersangka yang ditahan. Mereka adalah; VS, SP, dan suami istri LK dan SH
Motif Pembunuhan
Berawal dari perselisihan lahan lokasi kerja kayu, yang sudah beberapa kali diselesaikan lewat mediasi di kantor Desa Benangin I, dan juga di Polsek Teweh Timur, akan tetapi tidak kunjung selesai.
Kemudian para tersangka merasa kesal dan sakit hati mendengar keluarga korban Cuah sering mencaci maki dan menghina orang tua atau ibu para tersangka.
Kronologi pun sudah diungkap oleh Polres Barito Utara. Berikut cerita dari kejadian yang menewaskan 5 orang itu:
Baca Juga: Tasya Walina, Calon Ustazah yang Jadi Korban Pembantaian Satu Keluarga di Perbatasan Kalteng Kaltim
Minggu, sekitar pukul 17.15 WIB, VS, ZP, SH, LK dan saksi Dirti berangkat menuju rumah/pondok Cuah.
Sesampainya di lokasi, tersangka VS berkata: “Yang mana namanya Cuah…??” Mano menimpali: "Itu Cuah…, suruh keluar…”
• Lalu korban Cuah keluar ke warung, dan tersangka VS langsung mendekatinya sambil berseru: "Kamukah yang mortal…??”
Lanjutan kronologi bisa klik tautan di bawah ini:
Kasatreskrim Polres Barito Utara AKP Ricky Hermawan mennegaskan, tidak ada motif sengketa lahan dalam kejadian pembunuhan satu keluarga ini. Motif utama adalah sakit hati dan dendam lama.(*)
Editor : Agus Pramono