Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Cek Fakta! Isu Pembunuhan di Perbatasan Kalteng Kaltim: Ratusan Brimob Berjaga, PT Timber Dana Dibekukan

Reno • Minggu, 3 Mei 2026 | 13:41 WIB
Informasi menyesatkan terkait pembunuhan di perbatasan Kalteng Kaltim.Facebook/Harapan Kalteng
Informasi menyesatkan terkait pembunuhan di perbatasan Kalteng Kaltim.Facebook/Harapan Kalteng

MUARA TEWEH -Isu liar mewarnai rangkaian peristiwa pembunuhan satu keluarga di perbagasan Kalteng Kaltim. Mulai dari isu agama, perusahaan sampai kamtibmas di Barito Utara dan Kutai Timur.

Berikut beberapa isi narasi yang beredar di Facebook Harapan Kalteng yang sudah dibantah oleh pihak kepolisian;.

1. _2 Manajer PT Timber Dana diperiksa_: Kabag Humas & Kepala Keamanan PT udah ditahan

2. _Pasal kena_: Pasal 340 jo 55 KUHP + UU No. 32/2009 Lingkungan Hidup

3. _Izin HPH dibekukan_ MenLHK per hari ini. 300 Ha lahan sengketa dipasang police line

4. _Dirut PT Timber Dana_ dicekal keluar negeri sama Imigrasi.

 Kondisi Korban Selamat & Keluarga

1. _Alfian (40)_ - Udah lepas ventilator, tapi masih ICU RSUD Muara Teweh. Luka bacok rahang + paru kena asap  

2. _5 jenazah udah dimakamkan_ 21 April di TPU Benangin I. Dijaga Brimob 1x24 jam  

3. _Keluarga korban dapat perlindungan LPSK_ - Takut ada serangan balasan dari komplotan LK  

4. _Pemkab Barut kasih santunan_ Rp 25 juta per korban + biaya RS Alfian ditanggung daerah.

_5. Situasi Perbatasan Sekarang_  

1. _Total 150 Brimob_ jaga jalur Teweh Timur - Kutai Barat. Semua kendaraan digeledah  

2. _Senpi rakitan disita total 18 pucuk_ dari warga sekitar TKP 3 hari terakhir  

3. _Bupati Barut & Kubar_ bikin posko damai buat cegah konflik warga Dayak Benangin vs pendatang  

4. _Komnas HAM + Komnas Perempuan_ turun karena ada korban anak & perempuan  

Kasi Humas Polres Barito Utara, Iptu Novendra, menegaskan bahwa informasi yang tersebar luas di berbagai akun medsos itu tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Kami imbau masyarakat jangan percaya dengan berita bohong yang meresahkan ini. Apa yang disebarkan akun-akun media sosial merupakan informasi palsu yang sengaja dibuat untuk membentuk opini keliru. Tidak ada proses konfirmasi dan verifikasi," ujar Novendra saat ditemui di kantornya, Sabtu (2/5/2026).

Menurut keterangan resmi kepolisian, hingga saat ini pelaku pembunuhan berjumlah empat orang. Keempatnya telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Barito Utara untuk proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, kabar yang beredar di media sosial menyebutkan jumlah pelaku sebanyak lima orang dan telah ditahan di wilayah Kaltim informasi tersebut dipastikan tidak benar.

Lebih lanjut, Novendra membantah keras adanya keterlibatan pihak korporasi, termasuk isu yang menyebut PT Timber Dana sebagai dalang di balik kasus ini.

"Kami pastikan itu tidak benar. Jangan sampai publik salah paham," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa akar kasus ini bermula dari perselisihan lama antar dua keluarga. Puncaknya terjadi ketika korban diduga melontarkan caci maki kepada orang tua pelaku sebelum kejadian berlangsung.

"Motif sebenarnya adalah sakit hati akibat caci maki terhadap orang tua pelaku. Bukan karena perebutan lahan atau keterlibatan perusahaan seperti yang beredar di media sosial," jelas Novendra.

Polres Barito Utara mengingatkan bahwa akun-akun media sosial yang menyebarkan berita bohong terkait kasus ini dapat dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pidana.

"Masyarakat kami harap untuk selalu menunggu informasi resmi dari kami. Kasus ini ditangani Polres Barito Utara dan pelaku sudah ditahan di sini. Jika ada perkembangan, akan kami sampaikan secara resmi," pungkas Novendra. (*)

 

Editor : Agus Pramono
#pembunuhan di perbatasan kalteng kaltim #PT Timber Dana #pembunuhan di barito utara #pembunuhan satu keluarga di barito utara #hoaks pembunuhan satu keluarga