SAMPIT – Sisa arang dan puing bangunan masih terlihat berserakan di Gang Mutiara, Jalan Haji Imran, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Sabtu (23/5/2026).
Di lokasi itulah musibah kebakaran meludeskan rumah milik warga dan dua rumah dinas guru.
Wakil Bupati Kotim, Irawati, turun langsung meninjau lokasi sambil menyerahkan bantuan darurat kepada warga terdampak.
Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk itu menghanguskan total lima buah rumah. Tiga buah rumah ludes terbakar sementara sisanya terdampak. Total ada dua rumah dinas yang ludes dilalap si jago merah.
Ia memastikan pemerintah daerah akan menyiapkan langkah agar para penghuni rumah yang terbakar tetap memiliki tempat tinggal sementara.
“Kami datang untuk memastikan warga yang terkena musibah mendapat perhatian. Ada rumah masyarakat yang terbakar, termasuk rumah dinas guru yang ikut hangus,” ujar Irawati saat memerikan bantuan kepada korban.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Akhmad Taufik, menjelaskan laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 05.00 WIB. Tak lama berselang, tim langsung bergerak menuju lokasi.
“Sekitar 15 menit setelah laporan masuk, personel sudah melakukan penanganan di lapangan,” jelasnya.
Saat tiba di lokasi, petugas langsung melakukan penyemprotan untuk membatasi arah rambatan api. Sebab, kondisi permukiman yang padat dengan bangunan berbahan kayu membuat kobaran api cepat membesar.
Menurut Taufik, strategi pemblokiran tersebut berhasil mempersempit area kebakaran sehingga api tidak sampai meluas lebih besar.
“Alhamdulillah penyebaran api bisa ditekan karena penanganan dilakukan cepat,” ujarnya.
Dalam operasi pemadaman, Disdamkarmat mengerahkan empat unit mobil pemadam dan sekitar 26 personel.
Proses pemadaman juga dibantu relawan kebakaran dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Desa Eka Bahurui, BPBD, serta unsur kelurahan.
“Semua pihak ikut membantu sehingga api lebih cepat dikendalikan,” ucapnya.
Data sementara menunjukkan tiga kepala keluarga kehilangan rumah akibat kebakaran tersebut, sedangkan dua keluarga lain terdampak karena bangunan berada dekat titik api.
“Untuk sementara ada tiga rumah terbakar dan dua rumah terdampak. Syukurnya tidak ada korban jiwa,” katanya.
Terkait penyebab kebakaran, pihak pemadam masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik dari salah satu rumah warga.
“Informasi awal api terlihat muncul dari bagian atap rumah. Dugaan sementara karena hubungan arus pendek listrik, tetapi penyebab pastinya menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang,” imbuhnya. (*)
Editor : Agus Pramono