SAMPIT – Angka pencurian di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan tren penurunan selama lima bulan pertama 2026.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, jumlah kasus kejahatan secara umum mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kalau dilihat dari tren kejahatan, antara Januari sampai Mei 2025 dibandingkan Januari sampai Mei 2026 mengalami penurunan. Pada Januari sampai Mei 2025 ada 102 kasus dan sejauh ini menurun sekitar 30 persen untuk laporannya,” kata Kapolres saat jumpa pers, Sabtu (30/5/2026).
Ia menjelaskan, salah satu penurunan terlihat pada kasus curanmor yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Menurut Resky, penurunan tersebut tidak terlepas dari upaya pengungkapan kasus yang dilakukan jajarannya dalam beberapa bulan terakhir.
Salah satunya pengungkapan jaringan pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah hukum Polsek Ketapang dan Polsek Baamang.
Pengungkapan kasus tersebut dinilai cukup signifikan dalam menekan angka curanmor di Kotim. Meski begitu, kepolisian menegaskan bahwa pencegahan tetap menjadi langkah utama yang harus dilakukan bersama masyarakat.
Karena itu, Resky mengimbau pemilik kendaraan agar menambah sistem pengamanan untuk memperkecil peluang aksi pencurian. Salah satu cara paling sederhana adalah memasang kunci ganda pada sepeda motor yang diparkir, baik di rumah maupun di tempat umum.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Kotim, berkaitan dengan pencurian ini. Sama seperti yang disampaikan Bapak Kapolda, apabila curanmor, masyarakat bisa menambah kunci ganda pada kendaraannya,” bebernya.
Ia berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan kendaraan dapat membantu menekan angka curanmor sehingga tren penurunan kejahatan di Kotim dapat terus dipertahankan sepanjang tahun 2026. (*)
Editor : Ayu Oktaviana