PALANGKA RAYA – Motif di balik aksi pembacokan terhadap seorang ibu rumah tangga dan anaknya di Jalan G Obos VI, Palangka Raya, masih menjadi tanda tanya.
Hingga kini, polisi belum menemukan fakta yang dapat menjelaskan alasan terduga pelaku RB (23) nekat menyerang kedua korban dengan senjata tajam.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Pria Mengamuk di G Obos VI, Bacok Ibu Anak yang Lagi Nyantai di Dalam Rumah
Di tengah proses penyelidikan, sempat beredar kabar bahwa peristiwa berdarah tersebut dipicu persoalan utang piutang antara pelaku dan korban. Namun, informasi itu belum dapat dibuktikan.
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto menegaskan pihaknya masih mendalami berbagai kemungkinan motif dan belum menemukan bukti yang mengarah pada persoalan utang.
“Sampai saat ini kami belum mendapatkan fakta yang mengarah pada motif utang piutang. Informasi tersebut masih belum terkonfirmasi,” tegasnya.
Polisi juga menelusuri informasi lain yang berkembang di masyarakat, termasuk keterangan keluarga yang menyebut terduga pelaku baru dua minggu keluar dari rumah sakit jiwa.
Baca Juga: Pria Aniaya Ibu dan Anak di G Obos VI Diduga Alami Gangguan Jiwa, Baru Keluar dari RSJ
Meski demikian, aparat belum mengambil kesimpulan dan tetap mengedepankan penyelidikan secara objektif.
“Kami akan melakukan penyelidikan secara objektif dan terukur, termasuk mendalami informasi yang menyebutkan bahwa yang bersangkutan baru keluar dari rumah sakit jiwa beberapa waktu lalu,” ujar Iyudi dilansir dari Antara Kalteng.
Menurutnya, terduga pelaku saat ini telah diamankan di Mapolsek Pahandut dan masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap secara pasti kronologi maupun motif di balik aksi tersebut.
Baca Juga: Polisi Beberkan Kondisi Ibu dan Anak Korban Pembacokan Pemuda di Jalan G Obos VI
Peristiwa yang menggegerkan warga itu terjadi pada Minggu (7/6/2026) pagi. Korban HY (45) dan putranya AW (18) mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam di sejumlah bagian tubuh.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, sebelum kejadian RB sempat terlihat berjalan ke warung di seberang rumahnya sambil berbicara tidak jelas. Tak lama kemudian, ia kembali terlihat membawa senjata tajam jenis mandau atau parang panjang.
Pelaku kemudian mendatangi rumah korban saat penghuni masih berada di dalam rumah. Tanpa diketahui alasan yang pasti, ia diduga langsung melakukan penganiayaan terhadap HY dan AW hingga keduanya mengalami luka-luka.
Usai melakukan penyerangan, RB memilih kabur. Dia mengenakan pakaian adat warna merah. Berlari menuju lobi Hotel Luwansa. Puluhan warga akhirnya berhasil melakukan penangkapan.
Saat ditangkap, RB terlihat ngoceh ke sana-kemarin. Apa yang diomongkan tidak jelas.
Hingga kini, penyidik masih berupaya mengungkap apa yang sebenarnya melatarbelakangi serangan tersebut. Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi.(*)
Editor : Ayu Oktaviana