SAMPIT- Nasib sial dialami Jamilah, seorang penjual nasi di Jalan Utsman Harun 2, Gang Gudang Ni 34 Kuning RT 3 RW 1, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Niat hendak membeli beras murah, wanita berusia 56 tahun itu tertipu beras palsu.
Baca Juga: Inflasi di Sampit Tembus 3,65 Persen, Ayam dan Beras Jadi Pemicu
Beras seberat 30 kilogram yang dibelinya dari seseorang ternyata berisi pasir putih.
Kejadian itu dialaminya bersama tetangganya pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 8.00 WIB. Awalnya, mereka ditawari oleh seorang laki-laki yang tak dikenal. Pelaku membawa sebuah sampel beras berkualitas bagus, dan menawarkannya dengan harga murah.
“Kami pagi-pagi lagi duduk di teras. Lalu ada laki-laki menawarkan beras. Dia membawa contoh memang bagus (berasnya). Berasnya beras Jawa,” ujarnya saat dijumpai di rumahnya, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Gubernur Agustiar Sabran Memastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Tersedia sampai Akhir Tahun 2026
Jamilah ditawari beras itu seharga Rp13 ribu satu kilogramnya. Ia mengaku, beras dengan kualitas serupa biasanya dijual dengan harga Rp17 ribu.
Tak berpikir lama, ia pun langsung menerima tawaran itu. Beras murah itu, rencananya akan dibuat untuk modal berjualan nasi yang selama ini ia geluti.
Usai sepakat dengan penawaran itu, pelaku kemudian pergi. Ia sempat meminta dua buah karung dengan warna yang berbeda.
Modus itu dinilai sebagai kamuflase agar pasir yang ia masukkan tak terlihat jelas dari luar karung.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Petani di Kotim Dirundung Kecemasan soal BBM dan Pupuk Subsidi
Selain meminta karung, pelaku juga sempat meminta sejumlah uang. Uang itu disebut pelaku untuk membeli bensin.
“Dia (pelaku) meminjam karung. Lalu minta uang Rp10 ribu. Katanya untuk beli bensin. Jadi saya berikan saja,” jelasnya.
Tak lama, pelaku kemudian datang kembali dengan membawa karung yang berisi penuh. Karung lapis pertama diikat dengan rapi. Lalu, karung berwarna kuning di dalamnya juga diikat.
Pelaku kemudian menyerahkan beras itu dengan tergesa-gesa. Alasannya, ia takut jika ia dibuntuti oleh kakaknya.
Baca Juga: Harga BBM Berubah Bikin Pusing Pemkab Kotim, Sejumlah Proyek Disesuaikan Lagi
“Dia mengikat karungnya rapi. Datang ke sini menyerahkan beras. Kayak terburu-buru. Sampai mesin motornya pun gak dimatikan,” jelas Jamilah.
Total beras yang dibeli korban sebesar Rp420 ribu. Usai mendapatkan uang, pelaku kemudian bergegas pergi. Jamilah mengaku, sempat melihat isi karung tersebut. Secara kasat mata, karung itu memang berisi beras dengan kualitas bagus.
Usai pelaku pergi, ia kemudian berniat hendak membagi beras itu kepada tetangganya yang juga menjadi korban. Namun, ia kaget karena saat diserok, isi di bagian dalam karung itu adalah pasir.
“Ternyata berasnya di bagian atas saja untuk kamuflase. Di bagian bawahnya itu pasir semua. Mana pasirnya bau kotoran kucing. Mungkin berasnya paling cuma satu kilogram,” katanya.
Melihat kejadian itu, ia baru sadar telah ditipu. Ia pun merugi ratusan ribu rupiah.
“Tetangga saya beli 10 kilogram harganya Rp140 ribu. Sisanya saya yang beli. 30 kilogram Rp280 ribu,” bebernya.
Ia mengaku, kejadian itu baru pertama kali ia alami. Namun, ia mendengar sudah ada dua korban lain yang mengalami hal serupa. Beratnya beragam.
“Ini baru pertama terjadi. Saya gak kenal orangnya. Dia (pelaku) bukan orang sini,” imbuhnya.
“Niatnya untuk jualan. Tetangga saya itu berasnya untuk haul almarhum suaminya. Tapi ya mau gimana lagi. Nasib saja lagi,” tukasnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana