Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Di Tengah Upaya Bangkit Pascakebakaran, Pemilik Toko Kopi Bumi Palangka Raya Kecewa Ditelepon Orang Bapenda Menagih Pajak

Agus Pramono • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:24 WIB
Toko Kopi Bumi Palangka Raya saat kebakaran.(Instagram/tokokopibumipky)
Toko Kopi Bumi Palangka Raya saat kebakaran.(Instagram/tokokopibumipky)

PALANGKA RAYA-Jari-jari ini sambil bergetar menulisnya. Bagaimana rasa empati itu hilang. Bagaimana tidak, Toko Kopi Bumi Palangka Raya, yang terkena musibah kebakaran pada Sabtu (23/5/2026) lalu, masih ditagih pajak disaat memulai merintis lagi melayani pelanggan via online.

Curahan sang owner pun ditumpahkan melalui akun Instagram @tokokopibumipky pada Jumat (12/6/2026).

Berikut isi curahan hati Toko Kopi Bumi Palangka Raya:

Setelah kejadian kebakaran yang menghabiskan 100% Toko Kopi Bumi, kami harus tetap bertahan agar karyawan tetap bisa bekerja dan mendapatkan gaji, kami memutuskan tetap berjualan online walaupun hanya sekedar berjualan minuman saja, yang penting bisa membantu sedikit untuk menggaji karyawan Toko Kopi Bumi sehingga mereka tidak diberhentikan.

Jangankan mencari profit, bisa mempertahankan karyawan saja sudah cukup bagi kami.

Tapi pagi ini kami mendapat telpon dari Bapenda Palangka Raya.

Pagi ini saya mendapat telpon dari pegawai Bapenda Kota Palangka Raya, saya kira beliau akan memberikan support semangat atau ucapan belasungkawa terkait kejadian kebakaran di Toko Kopi Bumi yang benar-benar menghanguskan 100% tempat usaha kami beberapa waktu lalu, atau sekedar menanyakan kabar usaha kami.

Namun ternyata salah besar bahkan jauh dari kata empati ataupun adanya sisi kemanusiaan, beliau malah mempertanyakan setoran pajak kami, karena kami tetap berjualan kopi susu via online.

Ya kami tetap bertahan dengan berjualan online setelah tempat usaha kami terbakar, kami harus berjuang walaupun cuma berjualan kopi susu untuk tetap bisa mempekerjakan karyawan kami, agar tidak ada yang dirumahkan, walaupun memang tidak begitu bisa menutup biaya operasional kami, setidaknya anak-anak tetap bisa bekerja.

Toko Kopi Bumi memang hanya sebuah kedai kopi kecil, tapi kami sudah membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda, turut memfasilitasi kegiatan-kegiatan positif anak-anak muda di Palangkaraya, kami juga tertib membayar pajak dari awal kami buka.

Tapi di saat kami mengalami musibah seperti saat ini, tempat usaha kami hancur 100% tanpa sisa, apa yang kami dapatkan? Jangankan bantuan atau dukungan moral, bahkan ucapan belasungkawa pun tidak ada.

Mereka malah sibuk menjelaskan ke kami bahwa pajak harus tetap di setorkan tanpa ada keringanan sedikitpun, mereka berbicara tentang aturan tanpa memperhatikan sisi kemanusiaan padahal mereka tahu kami sedang terkena musibah.

Mohon maaf untuk seluruh karyawan Toko Kopi Bumi, dengan berat hati kami harus merumahkan kalian, karena beban operasional kita tidak bisa ditambal lagi jika harus ditambahkan pajak daerah.

Semangat untuk teman-teman pengusaha kuliner lainnya, semoga yang kami rasakan tidak kalian rasakan juga, semoga rasa kemanusiaan tetap ada untuk kalian semua.

Semoga hal-hal baik yang kita lakukan akan kembali kepada kita dan sebaliknya.

Kami pamit!

 

Curahan itu mendapat respons dari para netizen.

@infoplk  

Come back stronger! buat @bapendapalangkaraya, tolong jelaskan siapa oknum yang nelpon nagih buat bayar pajak?  

@ebae_garuda  

tolong pang @bapendapalangkaraya leha je kukau nah??  

@juanda.rnto

" Pemerintah tidak memberi mu modal saat kamu ingin memulai usaha, tapi saat usaha mu berkembang pesat mereka memeras mu dg dalih PAJAK! " Wtf?! Comeback stronger! Mudahan" ada solusi

@ahmadsyaukan1

@fairidnaparin tolonggg pakkk action nyaaaaaa.(*)

Editor : Agus Pramono
#Toko Kopi Bumi #kopi bumi palangkaraya #bapenda palangka raya #tagih pajak #kebakaran