Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Viral Usai Ulasan Bika Ambon Ci Mehong, Zheze Galuh Jadi Sorotan DAD Diminta Turun Tangan

Agus Pramono • Kamis, 18 Juni 2026 | 12:45 WIB
Ius Eka Praptani Asi dan Zhezee Galuh
Ius Eka Praptani Asi dan Zhezee Galuh

 

PALANGKA RAYA – Nama Zheze Galuh kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah videonya yang mengulas Bika Ambon Ci Mehong viral dan menuai beragam reaksi dari warganet.

Tidak hanya terkait ulasan terhadap produk tersebut, sejumlah unggahan dan komentarnya di media sosial juga memicu polemik. Berbagai tanggapan pun bermunculan, mulai dari kritik hingga desakan agar persoalan tersebut dibawa ke Dewan Adat Dayak (DAD).

Salah satu akun Facebook, Onel Van Java, mengunggah status yang meminta DAD Kota Palangka Raya dan DAD Kalteng segera mengambil langkah.

"DAD Kota Palangka Raya dan DAD Kalteng harus segera memanggil netizen yang membuat gaduh, sebelum masyarakat Kalteng memberi pendidikan gratis," tulis akun tersebut.

Berseteru dengan Sesama Pengguna Facebook

Perdebatan juga terjadi antara Zheze Galuh dengan akun Facebook Ius Eka Praptani Asi.

Sebelumnya, Ius Eka Praptani Asi mengunggah ulasan berbeda mengenai Bika Ambon Ci Mehong. Menurutnya, produk tersebut masih layak dikonsumsi dan tidak seperti yang disampaikan Zheze Galuh dalam kontennya yang menyebut kue tersebut basi.

Perselisihan kemudian berlanjut di media sosial. Ius Eka Praptani Asi mengaku telah menyimpan bukti unggahan yang dinilai berisi ancaman.

"Biar kam hapus video kam semalam lawan ancaman kam handak mamacul baju PNS-ku tu, sudah ada q simpan buktinya," tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Sementara itu, Zheze Galuh juga mengunggah status yang kembali menjadi perhatian warganet.

"Setelah viral ternyata banyak orang yang tidak suka kalau selama ini kita pamer emas, uang dan kebahagiaan. Sebaliknya kalau kita lagi ada masalah sangat senang dan mentertawakan. Maka mulai hari ini akan ku-posting terus kekayaan, emas dan keuangan, karena jika yang melihat merasa tersakiti di situlah saya merasa puas. Tidak perlu mencari tahu dari mana uang datang, yang jelas tidak digaji oleh pemerintah, tidak memakan uang rakyat, dan taat membayar pajak," tulisnya.

Unggahan tersebut memicu beragam komentar dari pengguna media sosial, baik yang mendukung maupun yang mengkritik.

Warganet Minta DAD dan Aparat Turun Tangan

Reaksi keras juga datang dari akun Facebook Perdianson Palangkaraya. Dalam unggahannya, ia mempertanyakan pernyataan Zheze Galuh yang dianggap menyebut akan "memacul" atau mencopot status seorang pegawai negeri sipil (PNS).

Akun tersebut juga meminta Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah serta aparat kepolisian menindaklanjuti polemik yang berkembang di media sosial.

Menurutnya, penyampaian keluhan terhadap suatu produk sebaiknya dilakukan langsung kepada pihak yang bersangkutan tanpa menimbulkan opini yang dapat memperkeruh suasana.

Ia juga mengingatkan bahwa Palangka Raya selama ini dikenal sebagai kota yang menjunjung nilai-nilai keramahan dan kebersamaan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah maupun aparat kepolisian terkait adanya desakan dari sejumlah warganet tersebut. Demikian pula belum diketahui apakah ada laporan resmi yang telah diajukan terkait polemik yang berkembang di media sosial.

Kasus ini pun masih menjadi perhatian publik dan terus memunculkan beragam tanggapan di berbagai platform media sosial.(*)

 

Editor : Agus Pramono
#bika ambon ci mehong #kontroversi zheze galuh #Dewan Adat Dayak #Zheze galuh