BUNTOK – Suasana duka menyelimuti Desa Rampa Mea, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, saat keluarga, kerabat, dan warga mengantarkan kakak beradik, Agus dan Willy, ke tempat peristirahatan terakhir.
Keduanya meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat berkendara pada 22 Juni 2026 lalu.
Prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat itu menjadi perhatian publik setelah sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan sepeda motor yang mereka gunakan turut dimasukkan ke dalam liang lahat.
Momen tersebut terekam dalam unggahan akun Facebook @Fortuna Nand dan menuai beragam komentar dari warganet.
Banyak yang mempertanyakan alasan kendaraan tersebut ikut dikuburkan bersama jenazah.
Salah seorang pengguna Facebook dengan akun Hi Kmad menuliskan pertanyaan secara sopan.
"Maaf kak bertanya dengan sopan, ini kenapa ya kok motornya dimasukkan juga?"
Pertanyaan itu kemudian dijawab oleh akun Lius Karmelis, yang mengaku mengetahui alasan di balik keputusan tersebut.
"Itu cuma kesepakatan dari keluarga yang meninggal. Mungkin karena keluarga tidak tega melihat sisa rongsokan motor yang membuat anak mereka meninggal. Tidak ada hubungannya dengan motor tersebut dengan akhirat, bukan karena perintah agama atau keharusan adat setempat," tulisnya.
Komentar tersebut mendapat perhatian dari warganet lainnya. Ada pula yang menanggapinya dengan nada bercanda. Akun Thamrin Mhd menulis, "Biar bisa jalan-jalan mas di dalam," sembari menyebut komentarnya sebagai jawaban yang disampaikan dengan sopan.
Terlepas dari berbagai komentar yang muncul di media sosial, prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh penghormatan.
Tangis keluarga dan kerabat mengiringi kepergian Agus dan Willy, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Desa Rampa Mea.
Hingga kini, tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa penguburan sepeda motor tersebut berkaitan dengan ajaran agama maupun tradisi adat tertentu.
Berdasarkan penjelasan yang beredar, tindakan itu murni merupakan keputusan keluarga sebagai bentuk ungkapan emosional atas musibah yang merenggut nyawa kedua anggota keluarganya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana