SAMPIT – Seorang pria asal Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi sasaran amukan sejumlah warga, Sabtu (27/6/2026) dini hari. Hal itu lantaran ia diduga dipergoki hendak menemui seorang perempuan yang disebut merupakan istri orang.
Dugaan hubungan terlarang itu menjadi pemicu hingga terjadi aksi pemukulan di sekitar depan Masjid Jami Assalam.
Warga yang berada di sekitar lokasi sempat dibuat penasaran setelah mendengar keributan.
Beberapa orang kemudian mendatangi sumber suara untuk melihat kejadian sekaligus berusaha menghentikan aksi tersebut.
Salah seorang warga, Galih, mengaku saat kejadian dirinya sedang berada tidak jauh dari lokasi. Ia kemudian mendengar suara gaduh dan teriakan meminta pertolongan.
“Saya dengar ada yang berteriak minta tolong. Setelah saya lihat, ada beberapa pemuda sedang memukul seorang pria memakai jaket warna pink. Katanya, pria itu diduga ketahuan hendak menemui istri orang,” ungkapnya.
Informasi yang beredar di lokasi menyebut, pria tersebut sebelumnya diduga berkomunikasi dengan seorang perempuan melalui pesan singkat. Namun, komunikasi itu ternyata diduga diketahui oleh suami perempuan tersebut.
Suami perempuan itu disebut mengambil alih percakapan dan mengarahkan pria tersebut datang ke suatu tempat. Tanpa mengetahui kondisi sebenarnya, pria itu kemudian datang sesuai lokasi yang diberikan.
“Diduga dia tidak tahu kalau yang membalas pesan bukan perempuan itu, melainkan suaminya. Setelah datang, baru ketahuan dan akhirnya terjadi keributan,” kata Galih.
Sesampainya di lokasi, pria tersebut langsung didatangi beberapa orang dan diduga mengalami pemukulan hingga menjadi perhatian warga sekitar.
Belum diketahui secara pasti kondisi pria tersebut setelah kejadian. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi maupun keterangan dari pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut.
Terlepas dari dugaan persoalan pribadi yang melatarbelakangi kejadian, aksi kekerasan terhadap seseorang tetap dapat berujung persoalan hukum. Aparat kepolisian diharapkan melakukan penelusuran untuk memastikan rangkaian kejadian serta pihak-pihak yang terlibat. (*)
Editor : Agus Pramono