SAMPIT – Maslianor (62) korban yang ditemukan meninggal dunia mengapung di Sungai Mentaya kawasan Pelabuhan Susur Sungai Kompleks Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (29/6/2026) diketahui sebelumnya beberapa kali tercebur ke sungai.
Namun, setiap kejadian sebelumnya korban masih berhasil diselamatkan oleh suaminya.
Kondisi kesehatan korban yang mengalami gangguan penglihatan serta stroke ringan diduga menjadi perhatian keluarga.
Baca Juga: Identitas Jasad yang Ditemukan Mengapung di Dermaga PPM Sampit Ditemukan, Ternyata Perempuan Lansia
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko mengatakan, dari keterangan suami korban kepada polisi, korban diketahui memang sering beraktivitas di sekitar pinggir sungai. Aktivitas tersebut di antaranya mencuci peralatan makan hingga mandi.
Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya sudah beberapa kali tercebur ke sungai. Namun, kejadian itu selalu berhasil ditangani karena suami korban segera memberikan pertolongan.
“Menurut keterangan dari suami korban bahwa korban sering beraktivitas di pinggir sungai baik untuk mencuci peralatan makan dan mandi, untuk korban sudah sering tercebur ke air tetapi selalu sempat diselamatkan oleh suami korban,” ungkapnya, Senin (29/6/2026).
Selain itu, korban disebut mengalami rabun dan stroke ringan yang membuat keluarga semakin khawatir terhadap aktivitasnya di sekitar sungai.
Setelah dilakukan pemeriksaan luar, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.
“Hasil pemeriksaan visum luar tidak ada tanda-tanda kekerasan di dalam tubuh korban,” katanya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana