KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Aksi penyekapan dan kekerasan terhadap perempuan kembali terjadi. Kali ini seorang remaja perempuan berusia 19 tahun di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan oleh mantan kekasihnya berinisial MA.
Beruntung, ia berhasil diselamatkan polisi usai sempat dikurung dan dipaksa melakukan hubungan badan di bawah ancaman pelaku.
Kasus tersebut terungkap setelah keluarga korban melapor ke Polsek Kandai pada Minggu (28/6/2026) malam. Polisi kemudian bergerak melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi korban diduga disekap.
Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L. Sengka mengatakan, kejadian bermula saat pelaku mendatangi tempat kerja korban. Keduanya diketahui tengah menjalani hubungan asmara.
Pelaku diduga tidak menerima keputusan korban yang ingin mengakhiri hubungan mereka. Korban kemudian dibawa paksa menuju rumah pelaku di Kelurahan Jati Mekar, Kecamatan Kendari.
“Kami mendapatkan laporan orang tua korban bahwa anaknya diculik,” katanya, mengutip Kumparan, Selasa (30/6/2026).
“Pelaku tidak terima diputuskan oleh korban, dan korban sering menghindar ketika ingin bertemu,” lanjutnya.
Sesampainya di rumah tersebut, korban diduga dimasukkan ke dalam kamar dan dikunci. Polisi menyebut korban tidak diperbolehkan keluar dari tempat itu.
Diduga Diperkosa dengan Ancaman Video
Selama berada dalam penyekapan, korban diduga mengalami kekerasan seksual. Pelaku disebut memaksa korban melakukan hubungan badan dengan ancaman dan kekerasan.
“Korban dimasukkan ke dalam kamar dan pintu dikunci. Kemudian pelaku juga memaksa korban berhubungan badan dengan cara melakukan kekerasan dan ancaman kekerasan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Kandai AKP Muh Ansar menjelaskan, pelaku diduga mengancam akan menyebarkan video pribadi korban apabila menolak keinginan pelaku.
“Dengan mengancam dan berkata kalau ko tidak mau saya sebar ini video mu yang sama saya berhubungan badan. Karena takut, korban terpaksa berhubungan badan dengan pelaku,” jelasnya.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri, namun kembali mendapat ancaman dari pelaku. Dalam kondisi tertekan, korban akhirnya menghubungi keluarga dan meminta pertolongan.
Polisi Dilempari Batu Saat Evakuasi
Setelah mendapat informasi, polisi langsung melakukan penyelamatan. Personel Polsek Kandai bersama anggota Ditsamapta Polda Sultra mendatangi lokasi.
Namun proses evakuasi berlangsung menegangkan. Petugas yang datang justru mendapat perlawanan dari sejumlah warga sekitar.
Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto mengatakan, anggota kepolisian sempat dilempari batu.
“Sempat kami mendapatkan perlawanan. Anggota dilempari batu. Tetapi alhamdulillah, korban berhasil kami selamatkan,” ujarnya.
Dalam situasi tersebut, pelaku yang sempat diamankan akhirnya berhasil melarikan diri.
Dantim 1 Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra Bripka Boy Sagita mengatakan, kondisi di lapangan cukup dinamis saat proses penyelamatan berlangsung.
“Pelaku berhasil melarikan diri akibat situasi yang cukup dinamis karena adanya tekanan dari massa di lokasi,” katanya.
Pelaku Masih Dalam Pengejaran
Polisi memastikan kondisi di lokasi sudah kembali kondusif. Korban telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Korban penculikan dan pemerkosaan berhasil kita selamatkan,” ujar Welliwanto.
Saat ini penyidik masih memburu pelaku serta melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti.
“Saat ini situasi di lokasi sudah kondusif. Kami masih melakukan pencarian terhadap pelaku dan proses penyelidikan terus berjalan,” tutupnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana