KASONGAN-Jasad nggota Satresnarkoba Polres Katingan Bripda Nopandri Ramadhana hanyut terbawa arus Sungai Katingan dan tersangkut ranting kayu di Desa Tumbang Lahang.
Tiga hari dibutuhkan tim SAR gabungan dan warga mencari keberadaannya. Jarak antara Desa Tumbang Kalemei ke Desa Tumbang Lahang bukannya dekat.
Jika diukur dari aliran sungai menggunakan aplikasi, jaraknya 37 kilometer. Sepanjang itulah jasad Bripda Nopandri terbawa arus deras Sungai Katingan.
Baca Juga: Bripda Nopandri Ramadhana, Identitas Anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang Ditemukan Meninggal
Ucapan duka mengalir untuk Bhayangkara Muda kelahiran tahun 2002 itu. Mulai dari akun media sosial Polda Kalimantan Tengah, sampai Polres Katingan.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah beserta staf, jajaran, dan Bhayangkari mengucapkan Berduka Cita atas gugurnya anggota Polri dalam pelaksanaan tugas operasi penegakan hukum terhadap jaringan Narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. segala jasa, pengabdian, dan dedikasi almarhum menjadi amal kebaikan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi duka ini.
Selamat jalan Bhayangkara terbaik. Jasamu akan selalu dikenang.
Pihak tim gabungan bersama warga saat ini masih mencari keberadaan satu anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang saat penggerebekan bandar narkoba di Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah beberapa waktu lalu.
Nama yang dicari saat ini adalah Aiptu Sumariyanto. Saat itu, dia bersama Bripda Nopandri Ramadhana berenang ke sungai menghindari amukan pihak bandar narkoba.(*)
Editor : Agus Pramono