PALANGKA RAYA-Isak tangis dan teriakan histeris menggema seiring kobaran api meluluhlantakkan bangunan kayu di permukiman padat penduduk Gang Sari 45 belakang Hotel Rahman, Jalan Dr Murjani Palangka Raya pada Minggu siang (12/7/2026).
Puluhan bangunan rumah terdampak kebakaran hebat itu. Api pertama muncul sekitar pukul 13.00 Wib dari salah satu rumah warga. Berikut data korban terdampak per Minggu malam darii BPBD Kota Palangka Raya:
Jumlah Data korban terkini :
1. RT 1/RW X
a. rusak berat : 20 rumah, barak 1 barak ( 3 pintu), Madrasah 1 unit 24 KK 89 jiwa
2. RT 2/RW X
a. Rusak ringan : 4 rumah 4 KK 15 jiwa
3. RT 3/RW X
a. Rusak berat : 12 rumah 13 KK 35 jiwa
b. Rusak ringan : 2 rumah 2 KK 5 jiwa
KERUGIAN : ± Rp1 Miliar
KORBAN:
- Luka Ringan : 2 orang
- Umur : -
- Luka Berat : -
• MD : -
Jika ditotal, ada 26 bangunan rumah dan ratusan jiwa kehilangan tempat bernaung dan melepas lelah. Ada juga bangunan Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum yang dua ruang kelasnya turut terdampak.
"Api berasal dari bagian atas dapur. Diduga karena korsleting listrik. Api cepat sekali membesar karena banyak rumah berbahan kayu dan angin sedang kencang. Ada juga beberapa warga yang mengalami luka ringan," ujar saksi mata, Sauki.
Camat Pahandut, Said Zain Bachsin, mengatakan pemerintah bersama Dinas Sosial, BPBD, pihak kelurahan, dan ketua RT telah melakukan pendataan terhadap seluruh warga terdampak.
Selain menyiapkan lokasi pengungsian, pemerintah juga menyediakan layanan kesehatan dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para korban.
Pengurusan Administrasi Kependudukan Dipermudah
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Palangka Raya, Sabirin Mukhtar, turun langsung meninjau kondisi lokasi dan mengunjungi posko pengungsian, Senin (13/7/2026).
Kedatangan Sabirin ini untuk memastikan layanan administrasi kependudukan bagi warga yang menjadi korban kebakaran, khususnya mereka yang kehilangan dokumen penting akibat tak sempat diselamatkan saat kejadian.
Sabirin mengatakan, pihaknya siap melayani warga terdampak yang kehilangan dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), akta kelahiran, akta kematian, hingga dokumen administrasi kependudukan (adminduk) lainnya.
"Kami siap melayani bagi warga yang terdampak kebakaran ini, atau dia sudah kehilangan KK, KTP, akta kelahiran, akta kematian, dan sebagainya, termasuk masalah adminduk," kata Sabirin dilansir dari timesindonesia.(*)
Editor : Agus Pramono