SAMPIT – Kronologi kecelakaan maut yang menewaskan seorang ibu bersama anaknya di Jalan Tjilik Riwut, Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (13/7/2026), mulai terungkap.
Dari video rekaman di dashboard mobil yang berada di belakang truk itu, terlihat truk tersebut melaju dari arah Kota Sampit.
Saat berada di tempat kejadian perkara (TKP), mobil bermuatan air mineral itu nampak kaget dengan truk di depannya.
Cek videonya di: https://www.facebook.com/share/r/1cokae5dsy/
Sopir yang mengendarai truk itu langsung membanting setir guna menghindari kecelakaan.
Namun, sisi sebelah kanan yang biasa dipakai untuk menyalip tampak padat kendaraan bermotor.
Diduga hendak meminimalisir kecelakaan, sopir itu langsung membanting setirnya ke arah kiri hingga melewati bahu jalan guna menghindari truk di depannya. Namun nahas, upaya itu gagal.
Saat hendak kembali ke jalan raya, truk yang dikendarainya terguling. Saat itu pula, seorang perempuan bersama ibunya tengah berada di pinggir jalan. Mereka pun tertimpa truk yang terguling tersebut.
Seorang warga, Tomy, menyebut posisi korban saat itu bukan lagi berada di badan jalan. Korban diduga telah berada di bahu jalan, bahkan sudah mendekati kawasan rumah mereka ketika truk terguling ke arah kiri.
“Korban itu di pinggir jalan saja sudah, memang sudah dekat rumahnya. Nahasnya ibu dan anaknya tertimpa saat truk itu terguling,” katanya kepada Kaltengpos.jawapos.com.
“Dari video yang saya dapat, sepertinya gara-gara menghindari kendaraan di depan yang ngerem mendadak. Di depan truk (yang dihindari) itu juga ada motor paket, makanya truk itu berhenti mendadak,” sambungnya.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa saksi-saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti truk hingga terguling. Sopir truk pun sudah diamankan kepolisian untuk dimintai keterangan.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan tersebut mengakibatkan seorang ibu dan anak meninggal dunia di lokasi setelah diduga tertimpa truk bermuatan air mineral yang terguling di Jalan Tjilik Riwut, Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga.
Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Cempaka, Kecamatan Cempaga dan langsung dibawa ke rumah duka. (*)
Editor : Agus Pramono