Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Penyebab Kebakaran yang Meluluhlantakkan Puluhan Rumah di Gang Sari Palangka Raya Terungkap

rifqi • Selasa, 14 Juli 2026 | 11:18 WIB
Korban kebakaran Gang Sari Palangka Raya terluka digotong oleh warga.(Arief Prathama/Kalteng Pos)
Korban kebakaran Gang Sari Palangka Raya terluka digotong oleh warga.(Arief Prathama/Kalteng Pos)

PALANGKA RAYA-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya menyimpulkan kebakaran hebat yang melanda permukiman padat penduduk di Gang Sari 45, Jalan Dr Murjani, Kelurahan Pahandut, diduga kuat dipicu hubungan arus pendek (korsleting) pada sambungan listrik pompa air di salah satu rumah warga.
Kesimpulan tersebut disampaikan setelah tim investigasi DPKP Kota Palangka Raya melakukan pemeriksaan lapangan sehari setelah peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) siang.

Baca Juga: Kebakaran di Gang Sari 45 Palangka Raya, Ada Ratusan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Hasil investigasi dituangkan dalam laporan resmi yang ditandatangani Plt. Kepala DPKP Kota Palangka Raya, Dr. Urianinu Napulangit.
Dalam laporan tersebut dijelaskan, kebakaran bermula sekitar pukul 13.05 WIB di rumah milik Zakiah. Saat itu pemilik rumah sedang beristirahat sambil menidurkan bayi berusia enam bulan, sementara anaknya yang masih duduk di bangku kelas I SD bermain di sekitar gang.
Tak lama kemudian, sang anak masuk ke dalam rumah dan mendapati api telah membesar di bagian dapur. Ia langsung membangunkan ibunya sambil berteriak meminta pertolongan.
Zakiah kemudian menyelamatkan kedua anaknya sebelum meminta bantuan warga sekitar. Dalam hitungan menit, kobaran api dengan cepat menjalar ke bangunan lain di kawasan yang didominasi rumah berbahan kayu.

Baca Juga: Penyebab Kebakaran yang Meluluhlantakkan Puluhan Rumah di Gang Sari Palangka Raya Terungkap

Tim investigasi mencatat area terdampak mencapai sekitar 3.078 meter persegi.
Sebanyak 32 rumah mengalami rusak berat, satu barak tiga pintu dan satu bangunan madrasah ikut terbakar, sementara enam rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan lokasi kejadian, penyebab utama kebakaran diduga berasal dari korsleting pada sambungan listrik yang mengalir ke pompa air di bagian belakang rumah. Saat kejadian, pompa air diketahui tetap terhubung ke stop kontak menggunakan kabel serabut.
Selain itu, penyebaran api diperparah oleh kondisi instalasi listrik yang dinilai tidak sesuai, bangunan yang mayoritas berbahan kayu, jarak antarrumah yang sangat rapat, serta cuaca panas dan angin kencang akibat musim kemarau.
Akibat musibah tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun satu anggota pemadam kebakaran mengalami luka berat saat proses pemadaman. Selain itu, Ketua RT 01 dan seorang warga mengalami luka ringan, sedangkan dua orang lainnya mengalami trauma.

Baca Juga: Enam Ruang Kelas Terbakar, MTs Darul Ulum Siapkan Pembelajaran Daring

Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar, meliputi kerusakan rumah, perabotan, surat-surat berharga, peralatan elektronik, instalasi listrik hingga uang tunai milik warga.
Plt. Kepala DPKP Kota Palangka Raya, Dr. Urianinu Napulangit, mengatakan pihaknya merekomendasikan sejumlah langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Di antaranya melalui peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya instalasi listrik yang tidak memenuhi standar, pelatihan tanggap darurat kebakaran dan simulasi evakuasi secara berkala.
Dalam kesimpulan laporan investigasi, DPKP menegaskan dugaan kuat penyebab kebakaran berasal dari hubungan arus pendek pada sambungan listrik pompa air yang diperparah keberadaan material mudah terbakar di sekitar sumber panas serta kurangnya pemeliharaan instalasi listrik.
DPKP berharap rekomendasi tersebut dapat menjadi perhatian masyarakat guna menekan risiko kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk di Kota Palangka Raya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana
gang sari DPKP Kota Palangka Raya kebakaran permukiman padat instalasi listrik