Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Enam Ruang Kelas Terbakar, MTs Darul Ulum Siapkan Pembelajaran Daring

rifqi • Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB
MTs Darul Ulum terdampak kebakaran Gang Sari Palangka Raya.(Arief Prathama/Kalteng Pos)
MTs Darul Ulum terdampak kebakaran Gang Sari Palangka Raya.(Arief Prathama/Kalteng Pos)

PALANGKA RAYA-Kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Gang Sari 45, belakang Hotel Rahman, Jalan Dr Murjani, Minggu siang (12/7/2026), turut berdampak terhadap Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ulum. 

Sedikitnya enam ruang kelas yang baru digunakan selama satu semester mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dipakai untuk kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga: Kebakaran di Gang Sari 45 Palangka Raya, Ada Ratusan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Pengelola Yayasan Darul Ulum sekaligus Kepala MTs Darul Ulum, Samsuri, mengatakan musibah tersebut menjadi pukulan berat karena terjadi tepat saat tahun ajaran baru dimulai.

“Enam kelas untuk Tsanawiyah sementara ini tidak bisa kita pakai. Anak-anak baru saja masuk sekolah, jadi sekarang kami harus memikirkan strategi agar proses pembelajaran tetap berjalan,” ujarnya saat ditemui di kantor MTs Darul Ulum, Senin (13/7/2026).

Menurut Samsuri, bangunan yang terdampak merupakan gedung baru yang selesai dibangun sekitar enam bulan lalu dan baru dimanfaatkan selama satu semester.

“Bangunan ini baru kami pakai satu semester. Bahkan serah terima dengan kami juga sebenarnya belum selesai. Kami belum menerima secara resmi dari pihak kontraktor, jadi untuk perbaikannya nanti kami masih menunggu perkembangan,” katanya.

Akibat kerusakan tersebut, pihak sekolah terpaksa menyiapkan skema pembelajaran sementara dengan sistem daring dan penggunaan ruang kelas secara bergantian.

Baca Juga: Penyebab Kebakaran yang Meluluhlantakkan Puluhan Rumah di Gang Sari Palangka Raya Terungkap

“Pilihan yang paling memungkinkan saat ini adalah pembelajaran daring. Dari sepuluh ruang yang ada, enam tidak bisa digunakan. Empat ruang yang masih layak nanti dipakai bergantian sambil menunggu perbaikan selesai,” jelasnya.

Samsuri memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp600 juta hingga Rp700 juta. Beruntung tidak ada dokumen penting sekolah maupun data siswa yang ikut terbakar karena seluruh arsip disimpan di ruang kantor.

“Yang terbakar hanya ruang kelas beserta fasilitasnya seperti meja dan kursi. Dokumen sekolah maupun dokumen siswa semuanya aman karena berada di kantor,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat membantu mempercepat pembangunan kembali ruang belajar yang rusak mengingat mayoritas peserta didik di MTs Darul Ulum berasal dari keluarga kurang mampu.

“Anak-anak kami sebagian besar berasal dari keluarga menengah ke bawah. Banyak orang tuanya bekerja sebagai pemulung, tukang becak, pedagang kaki lima, buruh bangunan, dan buruh harian. Bahkan banyak siswa penerima Kartu Indonesia Pintar. Sangat mustahil bagi kami menggalang dana dari orang tua untuk membangun kembali ruang kelas ini,” ujarnya.

“Kami berharap Pak Wali Kota dan Pak Gubernur bisa membantu. Ini anak-anak bangsa yang ingin mendapatkan pendidikan yang layak. Kami ingin mereka tetap bisa belajar meski berasal dari keluarga yang sederhana,” tuturnya.

Sementara itu, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru tetap akan dilaksanakan dengan penyesuaian. 

“MPLS tidak ditiadakan. Nanti pelaksanaannya akan bergantian dengan Madrasah Aliyah yang gedungnya tidak terdampak kebakaran. Panitia sedang menyusun teknisnya,” pungkas Samsuri.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#gang sari #MTs Darul Ulum #kebakaran #mpls #permukiman padat