PALANGKA RAYA- Bio, Perie dan Ramblan hanya bisa duduk di kursi roda saat keluar dari pintu kedatangan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 13.30 Wib.
Dua kaki dari tiga pelaku penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah tak mampu menopang tubuhnya untuk berjalan.
Mengenakan rompi berwarna oranye, dan tanpa alas kaki, mereka hanya menatap kosong ke arah depan. Tak sekalipun wajah mereka menunduk saat kursi roda mereka didorong petugas.
Balutan perban masih menempel di kedua kakinya. Menutup luka bekas peluru dari pistol polisi yang ditembakkan ke mereka akibat melawan saat ditangkap di Samarinda, Kalimantan Timur pada 9 Juli lalu.
Baca Juga: Mantan Istri Bongkar Perilaku Bio: Hidung Patah, Selingkuhan sampai Narkoba
Tak banyak kata yang terucap saat para awak media menyodorkan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
"Apa alasan kalian menghabisi polisi?"tanya wartawan kaltengpos.jawapos.com.
"Bio, siapa bandar narkoba yang menyuplai sabu?"
Tak ada sepatah kata yang keluar. Wajahnya tampak begitu datar. tanpa ekspresi.
Namun, seketika, Bio sedikit memberi respons ketika ada suara wanita di belakang memanggil namanya.
Dia mau menoleh wanita yang mengenakan kaos polo warna hitam dengan bulu mata anti badai serta rol rambut warna ungu. Namun, apa daya, laju kursi roda tak mampu ditahan. Jangankan menoleh, melirik saja tak mampu.
"Bio, hidungku patah gara-gara ikam (Kamu, red),"pekik wanita berambut pirang lurus dan bertato di tangan kirinya itu.
Senada dengan warna rambutnya, wanita yang diketahui mantan istri Bio itu juga berapi-api meluapkan emosi.
"Ada binian tulus, bego (memilih yang lain, red)."
"Hidungku patah ikam siksa,"tegasnya, sambil menahan tangis.
Seketika, mata para penumpang dan pengunjung tertuju kepada pada wanita berparas ayu itu.
Tak hanya mantan Bio, keluarga ketiga pelaku juga ada hadir di Bandara Tjilik Riwut. Memberikan sepatah kata bentuk dukungan. Namun, tak banyak waktu buat mereka bermanja-manja seperti rutinitas harian.
Ketiga pelaku langsung dibawa dengan mobil tahanan. Mobil itu menuju Mapolda Kalteng. Sebelum ditahan, mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan.
Untuk diketahui, pelarian mereka yang diduga menjadi aktor utama dalam penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan akhirnya berakhir.
Setelah beberapa hari menjadi buronan, ketiganya berhasil ditangkap tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di wilayah Kalimantan Timur.
Total, ada 9 tersangka dalam perkara berdarah di Desa Tumbang Kalemei ini. Semuanya sudah ditahan di Mapolda Kalteng.(*)
Editor : Ayu Oktaviana