Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Cerita Sang Ayah Bertarung dengan Pencuri Mobil demi Selamatkan Anaknya

Miftahul Ilma • Kamis, 16 Juli 2026 | 15:40 WIB
Maling mobil diamuk massa.(Screenshoot)
Maling mobil diamuk massa.(Screenshoot)

 

SAMPIT – Aksi pencurian mobil di Jalan DI Panjaitan, depan Gang Ketapi 5, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (16/7/2026), berlangsung dramatis. 

Pelaku berinisial R tidak hanya berusaha membawa kabur kendaraan, tetapi juga diduga menganiaya seorang anak berusia 11 tahun yang masih berada di dalam mobil.

Baca Juga: Maling Mobil di Sampit Bonyok Diamuk Massa, Aniaya Anak Disabilitas yang Berteriak Minta Tolong

Korban berinisial F, yang merupakan anak pemilik mobil, mengalami luka memar di wajah dan dahi setelah diduga dipukul serta dibenturkan ke bagian dalam pintu mobil. Peristiwa itu terjadi ketika korban berteriak meminta pertolongan saat mobil yang ditumpanginya dibawa kabur.

Teriakan tersebut didengar sang ayah, Sapran, yang saat itu tengah mengambil air minum di toko sembako milik istrinya. Tanpa berpikir panjang, ia berlari keluar dan mendapati mobilnya sudah bergerak meninggalkan lokasi.

"Baru sebentar turun ambil air minum sambil ngobrol dengan istri, tiba-tiba anak saya teriak, 'Abi… abi tolong'," ujarnya.

Melihat anaknya berada di dalam mobil yang dibawa pelaku, Sapran nekat melompat dan bergelantungan di pintu sebelah kiri kendaraan yang terus melaju.

"Saya langsung lompat, gelantungan di pintu sebelah kiri sampai keseret. Alhamdulillah akhirnya bisa masuk ke dalam mobil dan berebut setir," katanya.

Di dalam mobil, pelaku disebut terus melakukan perlawanan sehingga sempat terjadi baku hantam. Di tengah situasi tersebut, Sapran berusaha mengendalikan kendaraan agar tidak membahayakan pengguna jalan lain.

"Posisi mobil sudah ke tengah jalan, saya takut nabrak orang. Akhirnya saya ambil alih setir ke kiri sambil cari handbrake, baru mobil bisa berhenti," jelasnya.

Meski kendaraan berhasil dihentikan, pelaku belum menyerah. Saat diminta keluar dari mobil, ia kembali melakukan perlawanan hingga duel berlanjut di luar kendaraan sebelum akhirnya warga datang membantu mengamankannya.

"Kita suruh menyerah baik-baik, tapi dia tetap melakukan perlawanan. Di dalam baku hantam, di luar juga masih melawan sampai akhirnya warga datang membantu," ungkap Sapran.

Akibat kejadian itu, Sapran mengalami luka di bagian kaki karena terseret mobil. Istrinya juga mengalami luka saat ikut mengejar kendaraan. Sementara putrinya yang merupakan penyandang disabilitas mengalami memar di wajah dan dahi serta trauma akibat dugaan kekerasan yang dilakukan pelaku.

"Dia dipukul dan dibenturkan ke pintu. Yang paling berat sebenarnya traumanya, apalagi anak saya berkebutuhan khusus dan belum bisa jalan," tuturnya.

Sapran mengaku kehilangan kendaraan bukan menjadi hal utama baginya.

Keselamatan dan kondisi psikologis anaknya jauh lebih penting dibandingkan harta benda.

"Harta bisa dicari, tapi anak yang utama. Apalagi dia berkebutuhan khusus, bagaimana perasaan kami sebagai orang tua," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku sempat beberapa kali terlihat melintas di sekitar toko sebelum kejadian. Karena itu, ia menduga pelaku telah mengamati situasi di lokasi.

Sapran berharap aparat penegak hukum memproses pelaku sesuai ketentuan yang berlaku dan menjatuhkan hukuman maksimal atas dugaan pencurian disertai kekerasan terhadap anak.

"Kami minta dihukum seberat-beratnya. Dia sudah melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur, merampas mobil, dan membuat anak saya trauma. Sampai kapan pun kami akan mengawal kasus ini sampai selesai," tegasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
aksi pencurian mobil kekerasan disabilitas pencurian