Kepulan Asap Muncul dari Ruang Server Disdukcapil Kotim Bikin Panik, Ternyata Ini yang Terbakar

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 08:44 WIB
Kebakaran di ruang server Disdukcapil Kotim.(Damkar)
Kebakaran di ruang server Disdukcapil Kotim.(Damkar)

 SAMPIT-Kepulan asap muncul dari ruang server di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (27/7/2026) malam. Kejadian itu sempat membuat panik. 

Kepala Disdukcapil Kotim, Wiyono, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Asap pertama kali diketahui oleh petugas yang sedang berjaga setelah melihat keluar dari ventilasi ruang server.

“Posisi kebakaran itu ada di ruangan server. Sepertinya alat semacam stavolt mengalami korslet, karena panas lalu terbakar,” ujarnya.

Karena ruang server dalam kondisi terkunci, petugas segera menghubungi dirinya untuk meminta arahan. Ia kemudian memutuskan agar pintu ruangan dibuka secara paksa agar proses penanganan tidak terlambat.

“Setelah pintu dibuka, api langsung disiram dan aliran listrik dimatikan sehingga kondisinya cepat terkendali,” katanya.

Laporan kejadian tersebut juga diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim. Satu tim pemadam langsung diterjunkan menuju lokasi. Namun saat petugas tiba, kobaran api telah berhasil dipadamkan sehingga tidak sempat merembet ke bagian bangunan lainnya.

Meski insiden terjadi di ruang server, Wiyono memastikan seluruh data administrasi kependudukan yang tersimpan dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) tetap aman dan tidak mengalami gangguan.

“Untuk dokumen di sistem SIAK aman. Mudah-mudahan servernya tidak terganggu sehingga pelayanan tetap bisa berjalan. Kalau yang terganggu hanya stavolt dan UPS, tinggal kita ganti,” ungkapnya.

Saat ini Disdukcapil masih mendata perangkat yang terdampak akibat insiden tersebut.

Di saat bersamaan, pihaknya juga berkoordinasi dengan PLN guna memeriksa kondisi instalasi kelistrikan di kantor untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Wiyono menambahkan, hingga kini belum dapat dipastikan apakah korsleting tersebut berkaitan dengan kondisi pasokan listrik yang belakangan mengalami gangguan di Kotim. Sebab, saat kejadian berlangsung aliran listrik di kantor masih dalam keadaan menyala.

“Posisinya lampu masih hidup, jadi kami belum bisa memastikan apakah ada kaitannya dengan pemadaman listrik bergilir. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan,” pungkasnya. 

Mengutip laporan Disdamkarmat Kotim, Selasa (28/7/2026), objek yang terbakar merupakan Uninterruptible Power Supply (UPS) komputer di ruang server. 

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Luas area yang terdampak sekitar 3 x 3 meter dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp2 juta. (*)

Editor : Agus Pramono
kebakaran Disdukcapil Kotim