Utang Sabu Rp350 Ribu Berujung Maut, Pemuda di Baamang Habisi Temannya

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 11:26 WIB
RM, pria 31 tahun habisi temannya yang menagih utang sabu.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
RM, pria 31 tahun habisi temannya yang menagih utang sabu.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

 

SAMPIT – Kasus penganiayaan seorang pria di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya terungkap. Tragedi berdarah itu, dipicu oleh utang piutang sabu sebesar Rp350 ribu. 

Dalam kejadian itu seorang pria berinisial RZ tewas usai mengalami luka tusuk. Meski sudah dirawat di RSUD dr Murjani, nyawanya tak bisa tertolong. 

Kasatreskrim Polres Kotim AKP Sugiharso mengatakan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan perselisihan antara korban dan tersangka RM (31) berawal ketika korban menagih utang tersebut.

“Jadi memang motifnya adalah utang-piutang masalah pembelian narkotika jenis sabu,” katanya, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan pengakuan tersangka dan hasil penelusuran kepolisian, RM belum pernah tercatat melakukan tindak pidana serupa sebelumnya.

Baca Juga: Ririn, Residivis Narkoba yang Sudah Lima Kali Terjerat Kasus Sabu, Kini Hadapi Vonis

Namun, hasil pemeriksaan urine menunjukkan tersangka positif menggunakan metamfetamin.

“Sudah dilakukan tes urine dan hasilnya positif metamfetamin. Metamfetamin itu berarti sabu,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Baamang Iptu Helmi Hamdani menambahkan utang yang menjadi pemicu percekcokan berjumlah sekitar Rp350 ribu.

Utang tersebut disebut berkaitan dengan transaksi narkotika yang melibatkan teman dekat korban.

“Kalau ditotal itu utangnya Rp350 ribu. Yang mana sebenarnya utang tersebut merupakan utang teman dekat korban, dalam hal ini pacar korban,” jelasnya.

Kapolsek juga menerangkan, tersangka saat itu membawa badik bukan karena merencanakan penyerangan terhadap korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, senjata tajam tersebut sudah dibawa karena tersangka mengaku pernah berselisih dengan orang lain dan merasa terancam.

“Memang saat itu tidak ada rencana. Tapi karena dia membela dirinya, dia melakukan penusukan,” katanya.

Terkait dugaan korban sebagai pengedar narkotika, polisi menyatakan hal tersebut masih didalami bersama Satresnarkoba.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka datang ke lokasi untuk membeli sabu, bukan menjualnya.

“Nanti akan kami koordinasikan dengan Satresnarkoba apakah yang bersangkutan pengedar atau hanya pemakai. Dari pemeriksaan sementara, tersangka saat itu mau membeli, bukan menjual,” pungkasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
utang sabu pembunuhan di baamang teman habisi teman