PALANGKA RAYA – Tim SAR Gabungan menemukan Muhammad Kaspi Rosyadi (12), korban tenggelam di Sungai Kahayan, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Senin (10/8/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 11.20 WIB, sekitar 20 meter dari lokasi awal kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di Sungai Kahayan resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian selanjutnya dikembalikan ke satuan masing-masing.
Baca Juga: Remaja 14 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Kahayan Area Pelabuhan Rambang Palangka Raya
Sebelumnya, Muhammad Kaspi Rosyadi dilaporkan tenggelam pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban, yang diketahui merupakan warga Kampung Baru Campedak, saat itu sedang berenang bersama temannya di Sungai Kahayan.
Korban kemudian terseret arus sungai hingga akhirnya tenggelam.
Tim SAR Sisir Sungai Kahayan
Memasuki hari kedua pencarian, Senin (10/8/2026), Tim SAR Gabungan kembali melakukan operasi sejak pagi.
Pencarian dilakukan dengan sejumlah metode, termasuk penyisiran permukaan sungai dan penyelaman di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP).
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 11.20 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 20 meter dari titik awal dilaporkan tenggelam.
Korban kemudian langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga.
Kepala Kantor SAR Sampaikan Belasungkawa
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Operasi SAR telah kami laksanakan secara maksimal bersama seluruh unsur yang terlibat. Korban berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian dalam kondisi meninggal dunia. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ungkap Alit.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan, terutama ketika berada di sungai yang memiliki arus cukup deras.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di sungai,” tambahnya.
Operasi SAR Sungai Kahayan Resmi Ditutup
Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai.
Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Palangka Raya, Polairud Polda Kalteng, Sabhara Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, BPBD, Dinas Perhubungan, relawan gabungan, serta masyarakat setempat.
Tim SAR Gabungan sebelumnya berpacu dengan waktu untuk menemukan korban sejak laporan kejadian diterima. Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sungai dan arus di sekitar lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika beraktivitas di sungai. Terlebih, kondisi arus dan kedalaman sungai dapat berubah sehingga aktivitas berenang tanpa perlengkapan keselamatan berisiko membahayakan jiwa.(*)
Editor : Agus Pramono