SAMPIT – Kobaran api yang melanda permukiman di Jalan Muchran, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (11/8/2026) malam, membuat sejumlah warga yang rumahnya terbakar hanya sempat menyelamatkan diri dan baju di badan sebelum api menghanguskan rumah mereka.
Salah satunya Husin, warga yang rumahnya ikut terdampak kebakaran. Saat kejadian, ia mengaku sedang tidak berada di rumah. Kabar kebakaran justru pertama kali diterimanya melalui telepon dari sang istri.
“Saya enggak begitu tahu kronologinya. Tiba-tiba ditelepon istri, katanya kebakaran. Asal-muasal api itu bukan di rumah kita, tapi di rumah tengah,” ujarnya.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Jalan Muchran Dekat Pertamina Sampit, Sejumlah Rumah Luluh Lantak Dilalap Api
Husin menyebut, rumahnya berada di bagian ujung deretan bangunan. Api yang muncul dari bagian tengah kemudian dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya.
Kondisi tersebut membuat keluarganya segera keluar dari rumah untuk menghindari bahaya.
“Anak dan istri saya ada di rumah. Cuma alhamdulillah anak-istri saya sudah keluar semua. Karena api kan cepat merambat, namanya kayu,” katanya.
Baca Juga: Kebakaran Mendawai 1 Palangka Raya, 2 Balita Meninggal Terjebak Api
Menurut Husin, diperkirakan sedikitnya ada tiga rumah, satu bangunan yang difungsikan sebagai gudang dan satu buah rumah lain yang terdampak dalam kejadian tersebut.
Bangunan di kawasan itu mayoritas masih menggunakan konstruksi kayu sehingga api mudah menjalar. Selain itu, jarak bangunan yang berdempet membuat api cepat melalar.
“Tiga rumah, satu gudang. Di situ gudang juga, dan seberang sini rumah. Jadi dua yang terdampak hitungannya,” jelasnya.
Kebakaran diperkirakan terjadi selepas waktu Magrib. Saat api membesar, Husin mengaku tidak sempat menyelamatkan sebagian besar barang miliknya. Harta benda di dalam rumah nyaris seluruhnya ludes terbakar.
“Oh habis semua (harta benda), habis semua. Tinggal badan saja, dengan baju yang di badan. Sisanya habis,” ungkapnya.
Kawasan permukiman tersebut merupakan lingkungan lama yang berada di wilayah kelurahan Baamang Hulu.
Husin menyebut bangunan rumah di kawasan itu sebagian besar masih menggunakan kayu, sedangkan bagian dapur beberapa rumah telah menggunakan konstruksi beton.
“Kayu semua. Paling dapurnya saja yang beton,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui penyebab kebakaran dan total kerugian. (*)
Editor : Agus Pramono